Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

Excellence with Morality

__Sertifikasi dan Prestasi__

    Standart ISO 9001:2008 Kepada Universitas Airlangga oleh British Certification International

_Berbagi tak pernah Rugi_

    Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

    ____Hakikat Manusia____

    .: Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal TuhanNya. Seperti bahasan kita yaitu Awwal- uddin Ma'rifatullah adalah... :. more

    ∞ Akun Facebook & Twitter Kami ∞

..:: Selamat Buat para Pemenang lomba web & blog Mahasiswa Universitas Airlangga Tahun 2015; 1.Mei Budi Utami [FST'12] | 2.Mita Erna Wati [FK'12] | 3.Teguh Bagus Pribadi [FKH'12] | 4.M. Roihan Hanafi [FISIP'12] | 5.Ari Zulaicha [FISIP'12] | 6. Muziburrahman [FPK'14] | => Terimakasih atas kunjungan Anda, jangan lupa kalau mau copy/paste harap cantumkan sumbernya, by : Teguh Bagus Pribadi, http://teguhbaguspribadi-fkh12.web.unair.ac.id, dan Blog ini DIPERBAHARUI sebulan 4x karena kesibukan Perkuliahan ::..

Jejak PRABU AIRLANGGA di Lereng GUNUNG Penanggungan - Candi JALATUNDA

diposting oleh teguhbaguspribadi-fkh12 pada 19 September 2014
di Airlangga University - 2 komentar

“…Candi JALATUNDA, Jejak PRABU AIRLANGGA di Lereng GUNUNG Penanggungan…”

“…Pelataran Taman Petirtan Candi Jalatunda…” Photo By : Red NRMnews.com

 

“…NRMnews.com – MOJOKERTO, Pagi yang cerah meliputi seantero langit kota Surabaya saat itu. Dan seketika membangkitan gairah kesibukan dan geliat aktifitas masyarakat kota dan sekitarnya. 

Kesibukan serupa pun terlihat di antara anggota team Redaksi NRMnews.com (Nasionalis Rakyat Merdeka News Online), untuk sesegera mungkin meluncur ke sebuah tempat tujuan yaitu :

Situs Candi Sumur Jalatunda, yang berjarak sekitar 55 Km dari pusat kota Surabaya, ibukota provinsi Jawa Timur tersebut.

Lokasi cagar budaya candi Jalatunda ini tepatnya terletak di bagian utara lereng gunungPenanggungan, desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Menurut keterangan yang berhasil di peroleh team redaksi NRMnews.com (Nasionalis Rakyat Merdeka News Online), dari para petugas jaga setempat, diketahui bahwa situs candi ini dibangun pada tahun 997 Masehi pada masa pemerintahanseorang Raja beragama Hindu yaitu : Prabu Airlangga.

Prabu Airlangga adalah seorang Raja dari kerajaan Medang Kahuripan, Kediri. Candi yang sesungguhnya merupakan Petirtaan (tempat bermandi suci) menurut kepercayaan umat Hindu Jawa ini, berbentuk kolam-kolam yang indah dengan air yang teramatjernih, mengucur deras dari lubang-lubang saluran air petirtaan. 

“…Taman depan Pelataran Candi Jalatunda…” Photo By : Red NRMnews.com

 

Salah satu keanehan daripacuran mata air ini adalahtidak pernah kering, dari sejak pertama situs candi ini didirikan pada tahun 997 Masehi, hingga saat ini.

Bangunan Petirtaan yang berukuran panjang 16.8 m, lebar 13,5 m dan kedalaman sekitar 5,2 m itu, tetaplah sebagai sumber mata airdengan debit air jernih melimpah-ruah tiada habisnya.

Dan berdasarkan hasilriset/penelitian Dinas Kementrian Lingkungan Hidup terhadap kualitas air di tempat ini, menyatakan bahwa : Sumber mata air pancuran candi Jalatunda ini adalah yang terbaik di dunia, serta memiliki kandungan mineral sangat tinggi.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwa nama besar Prabu Airlangga hingga kini tetaplah diabadikan, sebagai nama sebuah perguruan tinggi negeri di kota Surabaya, dengan nama Universitas Airlangga. Keberadaan situs candi Jalatunda ini, merupakan salah satu bukti jejak keberadaan beliau, yang konon sebelumnya adalah merupakan tempat pertapaan guru beliau yaitu Mpu Bharada.

Salah satu bekas tempat pertapaan guru beliau (Mpu Bharadah) tersebut, kemudian olehPrabu Airlangga dijadikan sebagai tempat menyepi (samadhi), setelah beliaumengundurkan diri sebagai raja Medang Kahuripan, dan menyerahkan tapukpemerintahan kerajaan Medang Kahuripan kepada putera dan puterinya. 

“…Kolam Petirthaan Candi Jalatunda…” Photo By : Red NRMnews.com

Selain situs Pertirtaan Candi Jalatunda, ternyata di sekitar lereng gunung Penanggunganini pun, masihlah banyakterdapat candi-candi lain peninggalan Prabu Airlangga, yang kesemuanya berjumlah sekitar 17 buah situs candi.

 

Lokasi percandian tersebut terletak menyebar sepanjangrute jalur pendakian ke puncak gunung Penanggungantersebut, meskipun dengan berbagai bentuk sertaukurannya yang jauh lebih kecil, dari candi Petirtaan Sumur Jalatunda tersebut.

Candi Petirtaan Jalatunda yang ternyata memiliki 2 tingkatan kolam untuk bermandi suci ini, terdiri dari 1 kolam kecil sebelah kiri yang adalah : Sebagai tempat bermandi suci bagi kaum Wanita.

Sedangkan 1 kolam kecil yang berada di posisi sebelah kanan candi adalah : Sebagai tempat untuk bermandi suci bagi kaum Laki-laki. Lalu kolam terbesar, yang posisinya berada dibawah kedua kolam kecil tadi, penuh terisi oleh berbagai jenis ikan hiasyang indah, serta kian mempercantik suasana kolam permandian candi. Biasanya parapengunjung/wisatawan, akan mandi hanya dikedua kolam kecil atas, yang diperuntukkan bagi kaum laki-laki dan perempuan tadi, dan tidak ada yang mempergunakan kolam besar di bawahnya.


“…Taman depan Pelataran Candi Jalatunda…” Photo By : Red NRMnews.com

 

Sepanjang pantauan team redaksi NRMnews.com, tempat yang banyak menarik kedatangan wisatawan ini, memang menjadi tempat yangnyaman bagi parawisatawan umum.

Selain itu khalayak umat Hindu Bali pun, juga turutmenjadikan tempat inisebagai sarana tempat upacara pengambilan Tirta Suci Melasthi, jelangperayaan Nyepi/Hari Raya Tahun Baru Saka bagi umatHindu Bali.

Usai berkeliling dan membaur dengan para wisatawan yang asyik berpesta mandi sumur petirtaan, tiada terasa hari pun semakin tinggi dan mengarah pada senja hari.

Suara gemercik air pancuran Petirtaan Candi, yang jernih bening tiada henti sertaratusan ekor ikan hias warna-warni yang berjalan meliuk-liuk bagaikan menari. Seolah mengores kenangan tersendiri di dalam hati, tentang sekelumit kisah warisan karya leluhur negeri di lereng gunung Penanggungan.

Seiring bayangan jejak langkah kaki team redaksi NRMnews.com (Nasionalis Rakyat Merdeka News Online), untuk melanjutkan Ekspedisi menggali Sejarah Perjalanan Negeri yang kita cintai ini…” Selamat Bertandang

 
Dikutip : ( Oleh : Red. NRMnews.com / A.Dody.Richmanto )

2 Komentar

uyum

pada : 22 September 2014


"Siiipppp"


Teguh Bagus

pada : 22 September 2014


"Mksh dek uyum :)"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :