Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

Excellence with Morality

__Sertifikasi dan Prestasi__

    Standart ISO 9001:2008 Kepada Universitas Airlangga oleh British Certification International

_Berbagi tak pernah Rugi_

    Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

    ____Hakikat Manusia____

    .: Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal TuhanNya. Seperti bahasan kita yaitu Awwal- uddin Ma'rifatullah adalah... :. more

    ∞ Akun Facebook & Twitter Kami ∞

..:: Selamat Buat para Pemenang lomba web & blog Mahasiswa Universitas Airlangga Tahun 2015; 1.Mei Budi Utami [FST'12] | 2.Mita Erna Wati [FK'12] | 3.Teguh Bagus Pribadi [FKH'12] | 4.M. Roihan Hanafi [FISIP'12] | 5.Ari Zulaicha [FISIP'12] | 6. Muziburrahman [FPK'14] | => Terimakasih atas kunjungan Anda, jangan lupa kalau mau copy/paste harap cantumkan sumbernya, by : Teguh Bagus Pribadi, http://teguhbaguspribadi-fkh12.web.unair.ac.id, dan Blog ini DIPERBAHARUI sebulan 4x karena kesibukan Perkuliahan ::..

Mengapa Manusia Tidak Bisa memandang Allah?

diposting oleh teguhbaguspribadi-fkh12 pada 23 September 2014
di Belajar Ilmu Tasawuf - 0 komentar

Ibaratnyanya adalah ; "BALON dan UDARA"


        Kita Ibarat Udara yang terkurung dalam Balon Udara, kita terkurung didalamnya, dan jika kita mengininkan kebebasan mau tidak mau kita harus bisa meledakkan balon tersebut, maka kita tidak bisa bebas keluar bersama udara yang bebas,, kita terpenjarakan, kita terjajah oleh balon itu, dan balon itu yang di Ibaratkan diri (Nafsu Keegoisan kita mementingkan diri sendiri). sedangkan udara yang ada di dalam balon itu adalah kesejatian manusia yang dimiliki setiap Insan yang Hidup di Muka Bumi ini... setelah kita bisa mengalahkan belenggu hawa nafsu kita, maka pandangan kita akan selalu memandang semua yang terjadi ini kebaikan dan Fail-Nya Allah, kita bisa menyadari, bahwa kita ini sesunggunya adalah Madzhar atau bahasa kerenya Manifestasi dari Allah itu sendiri, makanya setiap kebaikan yang kita lakukan jangan sampai kita akui kita yang melakukannya, karena dasar yang kita pakai sudah jelas yaitu "Laa Khaula walaa Quwwata illa billah" yang maknya tiada daya (Gerak) dan Kekuatan, kecuali daya (Gerak) dan Kekuatan dari Allah.

  KesimpulanNya, kalahkan hawa nafsuMu (balon) sehingga engkau bisa keluar dari belengguNya, dan pada akhirnya engkau bisa menyatu dengan Alam (Wahdatul Wujud) dan engkau merasa semua ini tidak ada, seperti yang di jelaskan dalam Al-Qur'an Surat ar-Rahman ayat 26 : “kullu man ‘alaiha fan” darimana dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan “man ‘alaiha” adalah manusia dan jin. Atau bagaimana kita ketahui bahwa jin-jin itu hidup di muka bumi? Atau seluruh manusia lainnya tidak hidup di planet lain? Di tempat lain disebutkan bahwa yang dimaksud dengan “fan” bukanlah kebinasaan mutlak, melainkan sejenis perubahan dan pergantian di alam. Dengan perantara indikasi apa makna ini dipahami demikian?

Terjemahan ayat 26-27 surah al-Rahman (55) adalah: “Semua yang ada (pemilik akal dan intelegen) di bumi itu akan binasa. Dan hanya Dzat Tuhan-mu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.”

namun "Kullu Man 'Alaiha Fan, Wa Yabqo Wajhu Robbika Dzul Jalaali Wal Ikrom..." (Semua yang ada di bumi akan binasa), mungkin makna secara umum seperti demikian, tapi makna secara Sufi (Haqiqi) ialah "Semua yang ada (baik dibumi atau dilangit) itu tidak ada", dan Kekal (Baqo') Dzat TuhanMu (Muhammad) yang Mempunyai sifat Keluhuran dan sifat Kemuliaan.

Untuk lebih banyakNya silakan baca artikel di Katerori Tasawuf di sebelah kiri layar anda. selamat membaca semoga hidayah Allah selalu mencurahkan kepada kita Semua... Aminnn

 

Akhirul kalam, Waassalamualaikum wr. wb.
by : Teguh bagus Pribadi (Al-Ghoniy Nur Hidayat)



Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :