Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

Excellence with Morality

__Sertifikasi dan Prestasi__

    Standart ISO 9001:2008 Kepada Universitas Airlangga oleh British Certification International

_Berbagi tak pernah Rugi_

    Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

    ____Hakikat Manusia____

    .: Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal TuhanNya. Seperti bahasan kita yaitu Awwal- uddin Ma'rifatullah adalah... :. more

    ∞ Akun Facebook & Twitter Kami ∞

..:: Selamat Buat para Pemenang lomba web & blog Mahasiswa Universitas Airlangga Tahun 2015; 1.Mei Budi Utami [FST'12] | 2.Mita Erna Wati [FK'12] | 3.Teguh Bagus Pribadi [FKH'12] | 4.M. Roihan Hanafi [FISIP'12] | 5.Ari Zulaicha [FISIP'12] | 6. Muziburrahman [FPK'14] | => Terimakasih atas kunjungan Anda, jangan lupa kalau mau copy/paste harap cantumkan sumbernya, by : Teguh Bagus Pribadi, http://teguhbaguspribadi-fkh12.web.unair.ac.id, dan Blog ini DIPERBAHARUI sebulan 4x karena kesibukan Perkuliahan ::..

Soal UTS ILMU FARMASI

diposting oleh teguhbaguspribadi-fkh12 pada 30 October 2014
di Materi Kuliah Semester 5 - 0 komentar

UTS ILMU FARMASI

28OKTOBER 2009

 

  1. Pernyataan di bawah ini benar mengenai penggunaan bahasa latin dalam resep, KECUALI
  1. Bahasa latin tidak digunakan dalam percakapan sehari – hari
  2. Bahasa latin merupakan bahasa Internasional dalam profesi Kedokteran dan Farmasi
  3. Dengan bahasa latin tidak terjadi dualisme
  4. Bahasa latin masih dapat berkembang lagi
  5. Faktor psikologis untuk penderita

 

  1. Perhatikan resep di bawah ini

R/   Amoxycillin                       5

        CMC Na                                1%

        Sir. Symplex                      10%

        Aqua ad                               50 ml

        m.f.l.a susp.

        S.2.d.d.Cth I

                        #  paraf

Dosis Amoxycillin dalam satu sendok teh pada resep diatas adalah

  1. 1,5 g                      B. 500 mg           C. 22,5 mg           D.  100 mg          E.  300 mg

 

  1. Suspensi Amoxycillin dalam resep tersebut akan habis dalam waktu
  1. 2,5 hari                                B. 3 hari               C. 4 hari               D.  5 hari              E.  6 hari

 

  1. Resep tersebut dibuat dalam bentuk sediaan suspensi karena
  1. Sirupus simplex larut dalam air
  2. Amoxycillin tidak larut dalam air
  3. CMC Na tidak larut dalam air
  4. Sirupus simplex hanya untuk obat minum
  5. Amoxycillin dapat larut dalam air

 

  1. Pada resep tersebut jika diketahui dosis Amoxycillin 50mg/kg/hari, maka berat badan pasien adalah
  1. 30 kg                     B. 25 kg                C. 20 kg                D.  15 kg              E.  10 kg

 

  1. Sediaan antibiotika termasuk dlm p’golongan obat daftar
  1. O ( Opium )       B. G ( Gevarlijk )              C. W ( Wearschuwing )    D. Psikotropika            E.  Narkotika

 

  1. Berikut ini bentuk sediaan obat cair yang tidak dapat digunakan sebagai obat minum yaitu
  1. Solutio                 B. Mixtura                           C. Mixtura Agitanda        D.  Suspensi                        E.  Emulsi

 

  1. Di bawah ini termasuk Daftar G (Gevarlijk), KECUALI
  1. Semua antibiotika                          B. Papaverin                      C. Potio Alba Contra Tussim

D.  Adrenalin                                             E.  Digitalis

 

  1. Sediaan topical Bioplacenton Jelly 15g tube mengandung Neomycin Sufat 0,5% dan Extraction Placenta 10%. Jumlah Neomycin Sufat dalam sediaan adalah
  1. 750 mg                                B. 75 mg              C. 7,5 mg             D.  7,5 g                E.  1,5 g

 

  1. Perhatikan resep di bawah ini

R/   Acetosal              500 mg

        Luminal               300 mg ! paraf

        Codein                    10 mg

m.f.pulv. da.in. Caps.t.d. No XV

S. 3.d.d. Caps. I

                        # paraf

Jika tanpa singkatan latin t.d maka dlm satu kapsul pada resep di atas mengandung Luminal sejumlah

  1. 300 mg                                B. 4,5 g                 C. 20 mg              D.  900 mg          E.  100 mg

 

  1. Penulisan resep obat campuran (kombinasi) untuk semua bentuk sediaan, selalu mengandung, KECUALI
  1. Remedium adjuvans                     B. Remedium cardinale                C. Corrigen rasa

D.   Vehikulum                                          E.  Pengawet

 

  1. Sejumlah obat yang digunakan untuk memacu percepatan waktu penyampaian kadar efektif minimum suatu obat di dalam darah disebut
  1. Dosis Terapi ( Therapeutics Dose )
  2. Dosis Intravena
  3. Dosis Muatan ( Loading Dose )
  4. Dosis Berganda ( Multiple Dose )
  5. Dosis Tunggal ( Single Dose )

 

  1. Jika bahan obat tidak larut dalam air tetapi pasien meminta dibuatkan obat minum maka harus dibuat dalam bentuk sediaan
  1. Solutio                 B. Suspensi         C. Mixtura agitanda        D.  Emulsi           E.  Mixtura

 

  1. Di bawah ini adalah tentang obat – obat daftar O (Opium), KECUALI
  1. Dibuat oleh Kimia Farma
  2. Dapat dibuat oleh Industri Farmasi Swasta
  3. Pada Etiket terdapat tanda tengkorak
  4. Pada Etiket ada tanda Palang Merah
  5. Dibuat dalam kemasan terbatas

 

  1. Berikut ini yang bukan sediaan cair
  1. Mixtura                B. Portio              C. Solutio             D.  Emplastrum               E.  Tinctura

 

  1. Berikut ini keuntungan pemberian obat dalam bentuk kapsul, KECUALI
  1. Menutupi rasa dan bau obat
  2. Praktis dan mudah dibawa
  3. Dapat digunakan untuk anak hewan dan kelinci
  4. Dapat diisi bermacam macam bahan obat yg tidak larut air
  5. Dapat mengalami disintegrasi dan disolusi

 

  1. Keuntungan pemberian obat secara intra vena adalah
  1. Onset of action cepat
  2. Onset of action lambat
  3. Duration of action cepat
  4. Duration of action lambat
  5. Bioavailabilitas < 100 %

 

  1. Bahan obat yg mengiritasi mukosa lambung sebaiknya diberikan saat
  1. a.c. ( ante coenam )
  2. p.c. ( post coenam )
  3. a.n. ( ante noctum )
  4. o.m ( omni mane )
  5. rec. par. ( recenter paratus )

 

  1. Berikut ini yang tidak termasuk bentuk sediaan obat setengah padat yaitu
  1. Emplastrum                      B. Linimentum                 C. Mixtura agitanda

D.   Sapo                                       E.  Cremor

 

  1. Penulisan singkatan latin kalau perlu, adalah di bawah ini
  2. Di bawah ini adalah benar mengenai Solutio, KECUALI
  1. s.i.s                         B. p.r.r                  C.  p.r.n                 D.  s.g.s                 E.  p.n.r
  1. Jernih
  2. Rasa solvendum lebih menonjol
  3. Tak praktis untuk dibawa
  4. Tahan lama
  5. Onset of action lebih cepat dibandingkan suspense

 

  1. Berikut ini pertimbangan pemberian Apograph apotek, KECUALI
    1. Pada resep ada tanda CITO
    2. Diminta oleh penderita
    3. Diminta oleh dokter
    4. Pada resep ada tanda ITER
    5. Dalam resep ada obat-obat yg tidak dipunyai apotik

 

  1. Pada tindakan darurat combutio, untuk permintaan infus plasma expander pada resep disertai penandaan
  1. p.r.n                       B. u.c                     C.  P.I.M               D.  p.c.c                                E.  Loco

 

  1. Bentuk terapeutik obat yang optimal dan efek samping yg minimal untuk vitamin C sebaiknya dalam bentuk
  1. Pasta                     B. Mixtura agitanda        C. Cream              D.  Tablet            E.  Linimentum

 

  1. Yang termasuk faktor obat dalam pemilihan obat yang tepat yaitu sebagai berikut, KECUALI
  1. Sifat farmakokinetika obat
  2. Sifat fisiko-kimia obat
  3. Hubungan aktivitas dgn struktur kimia obat
  4. Keadaan fisiologis pasien saat minum obat
  5. Bentuk sediaan obat yg paling stabil

 

  1. Berikut ini faktor penderita dalam pemilihan formulasi obat, KECUALI
  1. Kondisi patofisiologis pasien    
  2. Umur
  3. Jenis kelamin
  4. Sifat farmakokinetika obat
  5. Keadaan umum pasien

 

  1. Syrup adalah bentuk sediaan cair yang berisi Saccharosa dgn konsentrasi
  1. 50-54%               B. 64-66%          C. 45-50%           D.  10-20%         E.  30-40%

 

  1. Bahan obat yang bersifat higroskopis tidak cocok dibuat dalam bentuk
  1. Mixtura                B. Mixtura agitanda        C. Suspensi         D.  Emulsi           E.  Pulieres

 

  1. Penderita dengan keadaan tidak sadar, serta membutuhkan pengobatan secepat mungkin maka cara dan waktu pemberian terbaik adalah
  1. Injeksi sub kutan dosis muatan
  2. Injeksi intercardial dosis b’ganda hingga 6-7 kali
  3. Injeksi sub kutan dosis maksimum
  4. Injeksi intra vena dosis muatan
  5. Injeksi intra muskular dosis maksimum

 

  1. Berikut ini ilmuwan sebagai pelopor perkembangan dan pengobatan

1.  Ibnu Sina               3.  Avicenna

2.  Galen                       4.  Ma Huang

 

 

 

  1. Pengertian dosis yaitu sejumlah obat dengan satuannya  yang

1.  Dipakai secara per oral

2.  Digunakan pada penderita dewasa

3.  Satu kali minum

4.  Menimbulkan efek terapi

 

  1. Pedoman perhitungan dosis obat pada hewan yg sering dipakai didasarkan pada

1. BB                             2.  Umur              3.  Konversi dosis            4.  Luas permukaan tubuh

 

  1. Bentuk sedian obat yg dapat diberikan pada pasien pingsan ( tidak sadar ) yaitu

1.  Injeksi                    2.  Solutio            3.  Supositoria                   4.  Kapsul

 

  1. Berikut ini alasan pemberian obat secara injeksi intravena yaitu
    1.              1.      Obat mengalami first pass effect
    2.              2.      Obat harus diberikan pada pasien tdk sadar
    3.              3.      Obat dirusak oleh asam lambung dan enzim pencernaan
    4.              4.      Obat harus diberikan pada pasien post operasi

 

  1. Di bawah ini adalah termasuk obat keras untuk hewan :
    1.              1.      Vaksin parenteral untuk ayam
    2.              2.      Bila pemakaian tak sesuai dapat b’bahaya untuk hewan
    3.              3.      Dimintakan melalui resep
    4.              4.      Bila pemakaian tak sesuai dapat berbahaya bagi manusia yg mengkonsumsi hasil hewan tersebut

 

  1. Di bawah ini adalah benar mengenai mixtura
    1. Mudah dibedakan dengan bentuk sediaan solutio
    2. Perlu ditambahkan bahan ketiga bersifat lendir, agar homogen
    3. Memiliki ciri-ciri cairan keruh
    4. Pada etiket tak perlu dituliskan kocok dahulu

 

  1. Di bawah ini adalah benar mengenai mixtura agitanda :
    1. Cocok diberikan etiket biru
    2. Perlu tambahan Pulv. Gum Arabicum sbg bahan pengental
    3. Penggunaan untuk digosokkan
    4. Gandapura adalah contoh mixtura agitanda

 

  1. Parameter LADME terjadi pada bentuk sediaan obat berikut

1.  Tablet                                     3.  Kapsul

2.  Solutio                                    4.  Mixtura

 

  1. Di bawah ini adalah ketentuan mengenai obat daftar G

1.  Semua obat baru

2.  Semua sediaan suppositoria

3.  Semua antibiotika

4.  Sulfaguanidine jumlah tertentu

 

  1. Jika faktor konversi dosis manusia 70kg ke mencit 20g sebesar 0,0026 dan dosis Parasetamol pada manusia 500mg/kali, maka
    1. Dosis Parasetamol pada mencit 20 g sebesar 1,3mg/kali
    2. Dosis Parasetamol pada mencit 30 g sebesar 1,95mg/kali
    3. Dosis Parasetamol pada manusia 60 kg yaitu 429mg/kali
    4. Dosis Parasetamol pada manusia 65 kg yaitu 465mg/kali

 

 

 

 

  1. Berikut ini bukan termasuk cara pemberian sediaan ekstravaskuler

1.  Sediaan per oral                                 2.  Infus intra vena

3.  Suntik intra muskular                     4.  Suntik intra kardial

 

  1. Untuk mempercepat efek terapi obat perlu diberikan obat dengan

1.  Dosis maksimalis

2.  Dosis awal dua kali dosis terapi

3.  Dosis pemeliharaan ( Maintanance Dose )

4.  Dosis Muatan ( Loading dose )

 

  1. Bila ada dua atau lebih obat yg mempunyai sifat hampir sama maka dipilih obat yang
    1. Paling banyak memiliki data EBM  (Evidence Based Medicine)
    2. Paling mahal selalu lebih baik
    3. Memiliki sifat farmakokinetika yang paling menguntungkan
    4. Obat paten selalu lebih bermutu daripada obat generik

 

  1. Obat kombinasi dapat diterima, jika
    1. Dosis tiap obat memakai dosis lazim
    2. Harga obat lebiih terjangkau karena penurunan biaya kemasan
    3. Memiliki kelebihan efek terapi
    4. Kepatuhan minum obat meningkat karena lebih sedikit jumlah item obat

 

  1. Obat berikut ini termasuk dalam penggolongan daftar O (Opium) yaitu

1.  Tablet Doveri                                      2.  Tablet Papaverine  

3.  Injeksi Morphine HCl                       4.  Injeksi Adrenalin

 

  1. Kelarutan solvendum – solvens dipengaruhi oleh

1.  Rasio solvendum – solvens          2.  Suhu cairan

3.  pH cairan                                              4.  Bentuk solvendum

 

  1. R/ Suspensi Sulfadiazine 300 ml

( 15 ml setara 500mg Sulfadiazine )

                        S. 4 d.d C I

Pernyataan yang betul mengenai resep di atas adalah

  1. Resep di atas habis dalam waktu 5 hari
  2. Sehari penderita menerima Sulfadiazine 2gram
  3. Perkali penderita menerima obat 500 mg
  4. Obat di atas dikocok sebelum diminum

 

  1. Yang dimaksud pengobatan yang rasional adalah
    1.              1.      Memilih obat yang tepat
    2.              2.      Menentukan dosis yang tepat
    3.              3.      Memilih bentuk sediaan yang tepat
    4.              4.      Menentukan cara dan waktu pemberian obat yang tepat

 

  1. Nomor registrasi obat Hewan

DEPTAN RI D 8011001 VKC berarti

  1. Termasuk daftar G
  2. Bentuk sediaan obat cair
  3. Berisi vaksin
  4. Obat buatan dalam negeri

 

 

 

 

  1. Dokter menuliskan tanda seru dan paraf dokter di belakang satuan dosis suatu obat dalam resep SEBAB Obat tersebut termasuk tablet atau kapsul Narkotika

 

  1. Bioavailabilitas sediaan injeksi intravena akan mencapai 100% SEBAB Obat injeksi intravena langsung masuk pembuluh darah dan tidak mengalami fase absorpsi

 

  1. Bentuk sediaan obat mixtura agitanda dapat digunakan sebagai obat minum pada pasien kucing SEBAB Bentuk sediaan obat mixtura mengandung bahan obat yg dapat campur homogen

 

  1. Pemberian dosis Morphine secara parental lebih kecil dibandingkan peroral SEBAB Rute pemberian obat mempengaruhi perhitungan dosis yg diberikan

 

  1. Dosis maksimalis tidak boleh diberikan oleh dokter untuk penderita SEBAB Pemberian melebihi dosis maksimalis tidak dapat dipertanggung jawabkan

 

  1. Bila obat dirusak oleh asam lambung maka formulasi yang cocok untuk obat tersebut adalah injeksi SEBAB Faktor obat berpengaruh dalam memilih formulasi obat

 

  1. Pada penderita dengan gangguan fungsi hati pemilihan obat yang tepat adalah mencari obat yang dapat diekskresi di ginjal SEBAB Penderita dengan gangguan fungsi hati obat akan tinggal lebih lama di dalam tubuh

 

  1. Bahan obat yang tidak dapat larut dalam air maka tidak boleh diberikan dalam sediaan cair untuk obat minum SEBAB Obat cair yang mengandung endapan hanya untuk obat luar

 

  1. Waktu pemberian obat yang tepat merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tercapainya efek terapi yang optimal SEBAB Waktu pemberian obat yang tepat menentukan konsentrasi obat dalam plasma

 

  1. Beberapa obat dapat dipengaruhi oleh makanan SEBAB Absorpsi obat Acetaminophen dihambat oleh karbohidrat

 

  1. BUAT RESEP à NIM = SIP

Pasien anjing dgn BB 20 kg menderita Pharyngitis dg gejala kemerahan pada langit2 rongga mulut, pada saat palpasi ujung pharyng menimbulkan batuk dan tempratur rektal 41°C. Buatlah resep untuk pasien tsb berupa bentuk sediaan obat cair dg obat Amoxycillin 50mg/kg/hari dan Paracetamol 10mg/kg/kali, diberi 2 kali sehari satu sendok makan selama 5 hari.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :