Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

Excellence with Morality

__Sertifikasi dan Prestasi__

    Standart ISO 9001:2008 Kepada Universitas Airlangga oleh British Certification International

_Berbagi tak pernah Rugi_

    Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

    ____Hakikat Manusia____

    .: Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal TuhanNya. Seperti bahasan kita yaitu Awwal- uddin Ma'rifatullah adalah... :. more

    ∞ Akun Facebook & Twitter Kami ∞

..:: Selamat Buat para Pemenang lomba web & blog Mahasiswa Universitas Airlangga Tahun 2015; 1.Mei Budi Utami [FST'12] | 2.Mita Erna Wati [FK'12] | 3.Teguh Bagus Pribadi [FKH'12] | 4.M. Roihan Hanafi [FISIP'12] | 5.Ari Zulaicha [FISIP'12] | 6. Muziburrahman [FPK'14] | => Terimakasih atas kunjungan Anda, jangan lupa kalau mau copy/paste harap cantumkan sumbernya, by : Teguh Bagus Pribadi, http://teguhbaguspribadi-fkh12.web.unair.ac.id, dan Blog ini DIPERBAHARUI sebulan 4x karena kesibukan Perkuliahan ::..

Dasar-dasar Ilmu Tasawuf

diposting oleh teguhbaguspribadi-fkh12 pada 03 October 2015
di Belajar Ilmu Tasawuf - 0 komentar

Oleh :
Hadrotus Syeikh KH.Hasyim Asy'ari
Pendiri Nahdlatul Ulama (NU)
====================================

Di dalam Kitab Jami'atul Maqosid, Hadrotus Syeikh KH. Hasyim Asy'ari, beliau menulis Mabadi' Usul ila Thoriqi Tasawwuf.


Dasar-dasar Tasawuf ada lima :

1. Takut (taqwa) kepada Allah, baik di waktu sepi atau di waktu ramai.
2. Mengikuti sunnah, dalam perkataan dan perbuatan. 
3. Berpaling dari makhluk (hanya bergantung kepada allah).
4. Ridho atas pemberian (karunia) Allah, baik sedikit atau banyak. 
5. Kembali kepada Allah, di waktu senang dan susah.

Ketaqwaan diperoleh dengan sifat wara’ dan istiqomah. Mengikuti sunnah dengan berhati-hati dan kemulian akhlaq. Berpaling dari makhluk dengan sabar dan tawakkal. Ridho kepada Allah dengan qona’ah dan pasrah. Kembali kepada Allah dengan bersyukur kepadaNya di waktu senang dan berlindung kepadaNya di waktu susah.


Landasan dari semua itu ada lima; pertama, uluwul himmah (kemauan yang tinggi), kedua, menjaga diri dari hal yang dilarang, ketiga, ibadah dengan baik, keempat, melaksanakan azimah (tekad), dan kelima, mengagungkan nikmat Allah.

Barangsiapa yang tinggi kemauannya, terangkat derajatnya. Dan siapa yang menjaga diri dari larangan Allah, maka Allah akan menjaga harga dirinya, barang siapa yang beribadah dengan baik (melayani Allah dengan beribadah) Allah akan memuliakannya, dan siapa yang melaksanakan tekadnya, allah akan senantiasa memberinya hidayah, dan siapa yang mengagungkan nikmat allah pasti bersyukur atas nikmat, dan orang yang mensyukuri nikmat Allah, Allah akan memberinya tambahan nikmat.

Ciri-ciri itu dari semua itu ada lima; pertama, mencari ilmu untuk melaksanakan perintah allah, kedua, dekat kepada para ulama dan teman untuk menambah ilmu, ketiga, meninggalkan rukhsoh dan ta’wil karena hati-hati, keempat, disiplin waktu untuk berdzikir (wirid), kelima,  mencela nafsu dalam segala hal agar mampu keluar dari hawa nafsu dan selamat kehancuran.


Kendala mencari ilmu adalah berteman dengan orang yang sedikit ilmunya (akalnya), umurnya, dan pengetahuan agamanya karena tidak tahu dasar (dalil) dan kaidah.  Bahaya teman adalah bujukan dan banyak bicara. Akibat meninggalkan rukhsoh dan takwil agar timbul kelembutan jiwa, akibat mencela nafsu adalah menjaga keistiqomahan.

Sebagaimana firman Allah SWT :

وإن تعدل كل عدل لا يؤخذ منها


Obat Penyakit Hati ada lima, yaitu:

- Mengosongkan perut dengan sedikit makan dan minum.
- Berlindung kepada Allah SWT dari menghadapi sesuatu.
- Menjauhkan diri dari tempat-tempat yang dikhawatirkan jatuh didalamnya.
- Senantiasa beristighfar dan bersholawat di waktu malam dan siang.
- Berkawan dengan orang yang mengajak kamu mengenal Allah.

Sebagai penutup penjelasan menuju Allah yaitu dengan; tobat dari segala yang diharamkan dan dimakruhkan, mencari ilmu sesuai yang dibutuhkan, senantiasa dalam keadaan thoharoh (suci), melaksanakan sholat fardlu di awal waktu dan berjamaah, rowatib, rajin sholat dhuha 8 rokaat, 6 rokaat antara sholat maghrib dan isya, sholat malam, witir, puasa senin-kamis, ayamul bid, dan puasa hari-hari yang mempungyai keutamaan, membaca alqur’an dengan tadabbur, memperbanyak istighfar, sholawat dan senantiasa berdzikir pagi dan petang. 
Sunnahsunni.
Jamiatul Maqosid  (Jombang: Maktabah Turost Islami) , hal. 34 - 36

 

Dasar-dasar Tasawuf

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :