Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

Excellence with Morality

__Sertifikasi dan Prestasi__

    Standart ISO 9001:2008 Kepada Universitas Airlangga oleh British Certification International

_Berbagi tak pernah Rugi_

    Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

    ____Hakikat Manusia____

    .: Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal TuhanNya. Seperti bahasan kita yaitu Awwal- uddin Ma'rifatullah adalah... :. more

    ∞ Akun Facebook & Twitter Kami ∞

..:: Selamat Buat para Pemenang lomba web & blog Mahasiswa Universitas Airlangga Tahun 2015; 1.Mei Budi Utami [FST'12] | 2.Mita Erna Wati [FK'12] | 3.Teguh Bagus Pribadi [FKH'12] | 4.M. Roihan Hanafi [FISIP'12] | 5.Ari Zulaicha [FISIP'12] | 6. Muziburrahman [FPK'14] | => Terimakasih atas kunjungan Anda, jangan lupa kalau mau copy/paste harap cantumkan sumbernya, by : Teguh Bagus Pribadi, http://teguhbaguspribadi-fkh12.web.unair.ac.id, dan Blog ini DIPERBAHARUI sebulan 4x karena kesibukan Perkuliahan ::..

Materi Kuliah Ilmu Penyakit Dalam Veteriner II - Elektrocardiogram (ECG)

diposting oleh teguhbaguspribadi-fkh12 pada 04 October 2015
di Materi Kuliah Semester 7 - 0 komentar

          Elektrokardiograf (Electrocardiograph-EKG/ECG) adalah suatu gambaran grafis dari beda potensial antara dua titik pada permukaan tubuh. EKG biasanya direkam pada kertas grafik seperti terlihat dalam Gambar 1. Dalam gambar tersebut terlihat ada dua macam kotak yaitu kotak besar dan kecil. Kotak kecil mempunyai ukuran 1mm x 1mm, dan kotak besar mempunyai ukuran 5mm x 5mm. Dalam EKG ada dua variabel yang digunakan yaitu waktu dan tegangan. Variabel waktu dinyatakan dalam arah mendatar, dan variabel tegangan dalam arah tegak. Skala untuk variabel waktu adalah 0,04s/mm atau 25mm/s. Skala untuk tegangan adalah 0,1mv/mm atau 10mm/mV.

Gambar 1. Ilustrasi penggunaan EKG


         Rekaman ECG digunakan oleh dokter ahli untuk menentukan kondisi jantung dari pasien. Fungsi dasar dari elektroda adalah mendeteksi sinyal kelistrikan jantung. Fungsi dari transducer adalah untuk mengkonversi informasi biologis menjadi sinyal elektrik yang dapat diukur. Transducer ini dipakai dengan menggunakan interface jelly electrode-electrolyte.
Elektrokardiogram (EKG) adalah suatu sinyal  yang dihasilkan oleh aktivitas listrik otot jantung yang diambil dengan memasang elektroda pada badan. Sinyal EKG direkam menggunakan perangkat elektrokardiograf.
Gambar-1.-Ukuran-dan-skala-kertas-rekaman-EKG
Gambar 2. Ukuran dan skala kertas rekaman EKG
Cara penggunaan EKG:
  1. Pasien berbaring  dengan bagian dada bebas dari pakaian dan bahan-bahan logam yang dipakai seperti cincin, jam tangan, ikat pinggang, dsb; sebaiknya dibuka agar tidak menggangu rekaman.
  2. Oleskan cream atau jelly pada tempat dimana akan dipasang elektroda untuk merungangi resistensi.
  3. Pasanglah keempat elektroda ekstremitas pada kedua pergelangan tangan dan kedua pergelangan kaki pada bagian medial. Pasanglah elektroda tersebut dengan ketat.
  4. Hubungkan kabel sadapan pada EKG dan ujung-ujungnya dihubungkan pada EKG  dan ujung-ujungnya dihubungkan pada elektroda yang  sesuai.


Gambar 3. Gambaran EKG Normal

Beberapa hal yang perlu dibaca dalam hasil EKG:
  1. Ritme atau irama jantung
  2. Frekuensi (laju QRS)
  3. Morfologi gelombang P (cari tanda kelainan atrium kiri atau atrium kanan)
  4. Interval PR
  5. Kompleks QRS:
  6. Aksis jantung
  7. Aplitudo (cari tanda hipertrofi ventrikel kiri/ventrikel kanan)
  8. Durasi
  9. Morfologi (ada atau tidak gelombang Q patologis atau gelombang R tinggi di V1)
  10. Segmen ST (apakah ada tanda iskemia, injuri atau infark miokard)
  11. Gelombang T
  12. Interval QT
  13. Gelombang U

 

Tiap-tiap siklus jantung dalam EKG terdidri atas beberapa komponen, yang diberi nama berdasarkan definisi sebagai berikut :


Gelombang P adalah defleksi positif pertama sebelum kompleks QRS:

Interval PR diukur dari permulaan gelombang P sampai permulaan defleksi garis isoelektrik berikutnya. Interval ini adalah waktu yang diperlukan impuls listrik dikonduksikan melalui atrium dan Simpul AV sampai mulai timbul depolarisasi ventrikel.


Kompleks QRS

Kompleks QRS terdiri atas tiga gelombang yaitu Q, R, dan S. Gelombang Q adalah defleksi negatif pertama sesudah interval PR. Gelombang R adalah defleksi positif pertama sesudah gelombang P. Gelombang S adalah defleksi negatif yang menyertai gelombang R. Pengukuran kompleks QRS dimulai dari permulaan gelombang Q (atau gelombang R jika Q tidak ada) sampai gelombang S mencapai garis isoelektrik (atau tempat gelombang S akan mencapai garis isoelektrik jika garis ini tidak melengkung ke dalam segmen ST). Segment ST adalah bagian garis yang berlanjut dari ujung gelombang S sampai permulaan gelombang T.


Gelombang T

Gelombang T adalah defleksi (dapat positif atau negatif) yang mengiringi segment ST.

 

TITIK-TITIK SADAPAN (LEAD) EKG:

Untuk keperluan diagnosis, ada 12 macam titik sadapan (lead) EKG, seperti yang diperlihatkan dalam Gambar 4 /d 4. Sadapan ini terdiri atas:

  • Sadapan Einthoven, terdiri atas tiga sadapan yaitu sadapan I, II, dan III (Gambar 4)

Gambar-2.-Sadapan-Einthoven

Gambar 4. Sadapan Einthoven

 

  • Sadapan Goldberger augmented (Gambar 5), terdiri atas tiga sadapan yaitu VR, VL, dan VF (atau disebut juga aVR, aVL, dan aVF)

Gambar-3.-Sadapan-Goldberger-augmented

Gambar 5. Sadapan Goldberger augmented

 

  • Sadapan precordial (sadapan dada), terdiri atas enam sadapan yaitu V1, V2, V3, V4, V5, dan V6 (Gambar 6).

Gambar-4.-Sadapan-dada-precordial

Gambar 6. Sadapan dada precordial

 

Bentuk sinyal dari 12 sadapan tersebut diperlihatkan dalam Gambar 7 dan 8.

Sinyal ECG 12 sadapan

Gambar 7. Sinyal EKG 12 sadapan

Bentuk sinyal EKG 12 sadapan

Gambar 8. Bentuk sinyal EKG 12 sadapan

 

 

HEART RATE (HR)

Heart Rate adalah ukuran untuk menyatakan kecepatan denyut jantung, yang dinyatakan dalam jumlah denyut per menit (beat per menit – bpm). Heart rate dapat diperoleh dari EKG dengan menghitung jumlah gelombang R selama satu menit. Tetapi cara ini sering dianggap kurang praktis, sehingga sering digunakan cara lain yang lebih cepat yaitu misalnya dengan menghitung jumlah gelombang R selama 3 detik kemudian hasilnya dikalikan 20.

Nilai heart rate yang diperoleh dengan cara di atas adalah nilai herat rate rata-rata. Disamping nilai heart rate rata-rata, terdapat juga nilai heart rate sesaat. Heart rate sesaat diperoleh dengan mengukur perioda jantung sesaat (perioda RR) seperti terlihat dalam Gambar 7. Nilai heart rate (HR) sesaat merupakan kebalikan perioda jantung dikalikan 60, yaitu:

         HR = 60/(R-R)       bpm (beat per minute)

dengan R-R adalah periode jantung yaitu interval waktu dari gelombang R ke gelombang R di sebelahnya, dengan satuan s (second). Satuan untuk heart rate adalah bpm (beat per minute).

Gambar 6. Periode R-R

Gambar 9. Periode R-R

 

Sumber studi kepustakaan dari :

http://instrumentasi.lecture.ub.ac.id/electrocardiograph/

http://perawat-hitech.blogspot.co.id/2012/06/elektrocardiogram-ecg.html

This entry was posted in Biomedical Engineering and tagged ECG, EKG, electrocardiogram, electrocardiograph, elektrokardiograf, elektrokardiogram by Ponco Siwindarto. Bookmark thepermalink.

Semoga Bermanfaat!

=====================================

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :