Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

Excellence with Morality

__Sertifikasi dan Prestasi__

    Standart ISO 9001:2008 Kepada Universitas Airlangga oleh British Certification International

_Berbagi tak pernah Rugi_

    Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

    ____Hakikat Manusia____

    .: Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal TuhanNya. Seperti bahasan kita yaitu Awwal- uddin Ma'rifatullah adalah... :. more

    ∞ Akun Facebook & Twitter Kami ∞

..:: Selamat Buat para Pemenang lomba web & blog Mahasiswa Universitas Airlangga Tahun 2015; 1.Mei Budi Utami [FST'12] | 2.Mita Erna Wati [FK'12] | 3.Teguh Bagus Pribadi [FKH'12] | 4.M. Roihan Hanafi [FISIP'12] | 5.Ari Zulaicha [FISIP'12] | 6. Muziburrahman [FPK'14] | => Terimakasih atas kunjungan Anda, jangan lupa kalau mau copy/paste harap cantumkan sumbernya, by : Teguh Bagus Pribadi, http://teguhbaguspribadi-fkh12.web.unair.ac.id, dan Blog ini DIPERBAHARUI sebulan 4x karena kesibukan Perkuliahan ::..

Latihan Soal UTS Ilmu Penyakit Dalam Veteriner I

diposting oleh teguhbaguspribadi-fkh12 pada 04 October 2015
di Materi Kuliah Semester 6 - 0 komentar

ILMU PENYAKIT DALAM VETERINER I

( IPDV I )

===================================

Soal Pilihan Ganda, namun dalam format numbering mohon maaf dasboard web tidak mendukung, silakan di edit dan dipelajari, semoga sukses selalu.

Viva Veteriner!!!

 

  1. 1.      Simple indigestion pada sapi sering terjadi pada kondisi sebagai berikut :
  1. Rakus
  2. Bunting tua
  3. Cairan dan gas
  4. Sapi perah dewasa
  5. hewan terlalu lelah

 

  1. 2.      Penyebab lactic acidosis :
  1. dehidrasi berat
  2. bunting tua
  3. pemberian karbohidrat berlebihan
  4. gangguan syaraf vagus
  5. hewan terlalu lelah

 

  1. 3.      kecepatan eruktasi bergantung pada :
  1. kontraksi mengaduk makanan
  2. lamanya pengunyahan
  3. besarnya partikel makanan
  4. volume cairan rumen
  5. tekanan gas dalam rumen

 

  1. 4.      Diagnosis banding retikuloperitonitis traumatika adalah, kecuali :
  1. Ketosis primer
  2. LDA
  3. Asidosis rumes
  4. RDA
  5. Liver abses

 

  1. 5.      istilah suddent death syndrome sering digunakan untuk penyakit :
  1. Abomasal impaction
  2. Lactic acidosis
  3. Retikuloperitonitis traumatika
  4. Ruminal thympani
  5. Acute liver failure

 

  1. 6.      diferensial diagnose impaksio kolon pada kuda adalah :
  1. Enterolith dan large intestine obstruction
  2. Strangulasi usus halus dan enteritis
  3. Peritonitis dan gastric dilatation
  4. Sand impction dan –
  5. Acute liver failure dan -

 

  1. 7.      Feses sapi penderita LDA mempunyai konsistensi
  1. Semen
  2. Pasta
  3. Lumpur hitam
  4. Bubur kehijauan
  5. Semua salah

 

  1. Faktor yang paling berpengaruh terhadap motilitas rumen
  1. Besarnya partikel makanan
  2. Kadar protein pakan
  3. Kadar lemak pakan
  4. Kadar karbohidrat
  5. Kadar air pakan

 

  1. 9.      Eksplorasi rectal digunakan untuk
  1. menghentikan perdarahan usus
  2. reposisi torsio abomasums
  3. menemukan adanya pembesaran organ
  4. mengeluarkan feses
  5. menghilangkan sumbatan usus

 

10.  Perubahan bentuk abdomen dapat dketahui dengan baik dari bagian

  1. Kanan
  2. Belakang
  3. Depan dan belakang
  4. Kiri
  5. Depan

 

11.  Tipe diare osmotic dapat diobati dengan

  1. menghentikan pakan
  2. memberi vitamin
  3. memberikan obat laksatif
  4. memberi minum banyak
  5. memberi antibiotika

 

12.  Adanya kontraksi rumen dapat diketahui dari

  1. palpasi
  2. auskultasi
  3. memasukkan selang ke lambung
  4. perkusi
  5. trokarisasi

 

13.  Kuda umur 4 tahun mengalami kolik dan dilakukan abdominosentesis dengan hasil cairan kuning jernih jumah leukosit 12500 106/ L dengan TPP 4 dan hasil sitologi ditemukan banyak neutrofil dengan kondisi morfologi bagus. Dugaan anda kuda tersebut mengalami

  1. Strangulasi usus halus
  2. Abses abdominal
  3. Volvulus kolon
  4. Impaksio kolon sederhana
  5. Intususepsi

 

14.  Kasus inflamasi pada intestinal (salmonellosis, BVD, Johne’s Disease) menimbulkan diare dengan tipe

  1. diare sekretoris
  2. diare osmotic
  3. diare hipermotilitas
  4. diare eksudatif
  5. bukan salah satu di atas

 

15.  Diferensial diagnosa dari distensi abdomen adalah sebagai berikut, kecuali

  1. Foetus
  2. Feces
  3. Fatality
  4. Fat
  5. Flavus

 

16.  Kontraindikasi pada biopsy untuk meneguhkan diagnosis pada kasus yang diduga

  1. Abses hepar
  2. Theiler’s disease
  3. Tyzer disease
  4. Cholelithiasis
  5. Semua salah

 

17.  Kuda umur 7 tahun kadang mengalami demam tinggi dan kolik. Gejala sakit abdominal mulai setahun yang lalu. Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan bahwa gamma glutamil transferase dan alkalin phospatase meningkat. hiperbilirubinuria dan hiperbilirubinemia. Hasil abdominosentesis menyatakan peningkatan volume berwarna oranye dengan gambaran sitologi diduga terjadi inflamasi kronis. Menurut anda kuda tersebut mengalami

  1. Encephalopati hepatis
  2. Tyzers’s Disease
  3. Theiler’s Disease
  4. Hiperlipidemia
  5. e.       Cholelitiasis

 

18.  Goal treatment pada kasus gastric dilatation pada kuda adalah

  1. mengendalikan rasa sakit
  2. terapi cairan
  3. memberikan obat laksatif
  4. dekompresi lambung
  5. memberikan vitamin

 

19.  Tipe bloat yang paling sering terjadi pada anakan ruminansia adalah

  1. tipe ruminal
  2. tipe omasal
  3. tipe abomasal
  4. tipe retikuler
  5. bukan salah satu di atas

 

20.  Tatalaksana terapi encephalopati hepatic adalah, kecuali

  1. beri minyak mineral
  2. diazepam dan xylazine
  3. neomycine
  4. laktolusa
  5. diet tinggi protein rendah kalori

 

21.  Fotosensitisasi hepatic dapat terjadi pada

  1. kulit tidak berpigmen
  2. kulit berbulu
  3. kulit berpigmen maupun tidak berpigmen
  4. kulit berpigmen
  5. bukan salah satu di atas

 

22.  Kejadian hidrops acites dapat disebabkan oleh hal-hal berikut, kecuali :

  1. CHF
  2. Hipoproteinemia
  3. Hiperbilirubinemia
  4. Distomatosis
  5. Hipoalbunemia

 

 

23.  Terapi pada kasus hiperlipidemia adalah, kecuali

  1. heparin
  2. glukorkotikoid
  3. anabolik steroid
  4. insulin
  5. terapi cairan

 

24.  Pernyataan yang salah tentang penyakit hepar pada hewan besar adalah

  1. ascites sering ditemukan pada kuda dengan gangguan hepar akut
  2. hiperammononemia akan menimbulkan encephalopati hepatis
  3. fase pucat diduga berkaitan dengan obstruksi saluran empedu pada herbivora yang masih menyusu
  4. krisis hemolitik seringkali merupakan komplikasi yang terjadi pada ruminansia dengan gangguan hepar
  5. Hipoalbuminemia sering ditemukan pada ruminansia atau kuda dengan gangguan hepar

 

25.  Tatalaksana terapi encephalopati hepatic adalah, kecuali

  1. beri minyak mineral
  2. diazepam dan xylazine
  3. neomycine
  4. laktolusa
  5. diet tinggi protein rendah kalori

 

26.  Penyakit hepar kronis biasanya disertai gejala klinis, kecuali :

  1. Pruritus
  2. Cachexia
  3. Encephalopati hepatis
  4. Ascites
  5. Anemia

 

27.  Berikut ini adalah penyebab terjadinya poliuria, kecuali

  1. Nefrosis kronis
  2. Nefritis
  3. Defisiensi ADH
  4. Kelebihan ekskresi urea
  5. NaCl dalam diet yang berlebihan

 

28.  Ketidakmampuan ginjal mengubah konsentrasi urin walaupun pemasukan cairan menurun disebut

  1. Isostenuria
  2. Poliuria
  3. Anuria
  4. Disuria
  5. Oligouria

 

29.  Salah satu di bawah ini bukan merupakan tanda-tandaklinis dari uremia

  1. nafas berbau amoniak
  2. proteinuria
  3. temperatur tubuh meningkat
  4. tremor otot
  5. Frekuensi denyut jantung meningkat

 

30.  Di bawah ini tanda-tanda klinis glomerulonefritis pada anak domba yang sedang menyusui, kecuali

  1. nistagmus
  2. konvulsi
  3. proteinuria
  4. hipoalbuminemia
  5. penurunan BUN

 

31.  Nefritis embolik dapat terjadi karena emboli yang berasal dari

  1. Endokarditis valvularis
  2. Lesi supuratif umbilicus
  3. Shigellosis pada anak kuda
  4. Erisipelas pada babi

 

32.  Tanda-tanda klinis pielonefritis adalah

  1. Mioglobinuria
  2. Piuria
  3. Hemoglobinuria
  4. Hematuria

 

33.  Nyeri abdomen akut merupakan gejala klinis dari

  1. pielonefritis
  2. Obstruksi uretra 
  3. obstruksi pelvis renalis 
  4. Distensi kandung kemih 

 

34.  Disuria dapat disebabkan oleh keadaan

  1. sistitis
  2. uretritis
  3. kalkuli kandung kemih
  4. nefritis interstitial

35.  Adanya infark ginjal diketahui oleh karena secara mendadak dalam urin terdapat

  1. protein
  2. Eritrosit
  3. torak
  4. indikan

 

36.  Iskemia ginjal kronis dapat terjadi karena

  1. shock
  2. dehidrasi
  3. Embolisme arteri ginjal
  4. congestive heart failure

 

37.  Pemberian karbohidrat rendah serat dapat menimbulkan gejala laminitis

SEBAB

Laminitis merupakan komplikasi utama penyakit lactic asidosis

 

38.  Rendahnya konsentrasi sitrat dalam urin memudahkan presipitasi garam-garam kalsium dalam urin

SEBAB

Sitrat berfungsi mempertahankan kalsium dalam keadaan terlarut dengan membentuk komplek sitrat

 

39.  Pada hewan betina jarang terjadi obstruksi karena uretra lebih pendek dan diameternya lebih besar

SEBAB

Urolitiasis sering dijumpai pada ruminansia jantan yang dikebiri

 

40.  Apabila fungsi ginjal terganggu hampir selalu diikuti uremia

SEBAB

Uremia dapat timbul karena adanya kelainan pada system digesti

 

41.  Pemberian makanan dengan protein rendah dapat menyebabkan urolitias

SEBAB

Mukoprotein dapat bertindak sebagai bahan semen dan mempermudah pembentukan kalkuli

 

 SEMOGA BERMANFAAT!!!

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :