Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

Excellence with Morality

__Sertifikasi dan Prestasi__

    Standart ISO 9001:2008 Kepada Universitas Airlangga oleh British Certification International

_Berbagi tak pernah Rugi_

    Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

    ____Hakikat Manusia____

    .: Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal TuhanNya. Seperti bahasan kita yaitu Awwal- uddin Ma'rifatullah adalah... :. more

    ∞ Akun Facebook & Twitter Kami ∞

..:: Selamat Buat para Pemenang lomba web & blog Mahasiswa Universitas Airlangga Tahun 2015; 1.Mei Budi Utami [FST'12] | 2.Mita Erna Wati [FK'12] | 3.Teguh Bagus Pribadi [FKH'12] | 4.M. Roihan Hanafi [FISIP'12] | 5.Ari Zulaicha [FISIP'12] | 6. Muziburrahman [FPK'14] | => Terimakasih atas kunjungan Anda, jangan lupa kalau mau copy/paste harap cantumkan sumbernya, by : Teguh Bagus Pribadi, http://teguhbaguspribadi-fkh12.web.unair.ac.id, dan Blog ini DIPERBAHARUI sebulan 4x karena kesibukan Perkuliahan ::..

ANTI MIKROBA, ANTI VIRUS, ANTI KANKER

diposting oleh teguhbaguspribadi-fkh12 pada 17 November 2012
di Materi Kuliah Semester 3 - 0 komentar

ANTI MIKROBA, ANTI VIRUS, ANTI KANKER

Apa Itu Anti Mikroba?

  • AM → obat pembasmi mikroba, khususnya mikroba yang merugikan manusia
  • Antibiotik → zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama fungi, yang dapat membasmi mikroba jenis lain
  • Saat ini banyak AB dibuat secara semi sintetik atau sintetik penuh
  • AB diharapkan mempunyai toksisitas selektif tinggi → artinya sangat toksik bagi mikroba tapi sangat tidak toksik bagi hostpes


Aktivitas Anti Mikroba

  • Aktivitas bakteriostatik: AM yang bersifat menghambat pertumbuhan mikroba
  • Aktivitas bakteriosid: AM yang bersifat membunuh mikroba
  • Kadar Hambat Minimal (KHM): kadar minimal yang diperlukan AM untuk menghambat pertumbuhan mikroba
  • Kadar Bunuh Minimal (KBM): kadar minimal yang diperlukan AM untuk membunuh mikroba


Spektrum Anti Mikroba

  • AM spektrum sempit → AM yang efektif untuk beberapa mikroba saja, misal: penisillin (gram positif) dan streptomisin (gram negatif)
  • AM spektrum luas → AM yang efektif untuk banyak mikroba, misal: tetrasiklin (gram pos, gram neg, riketsia, chlamidya), kloramfenikol (gram negatif, riketsia, klamidia, treponema)


Mekanisme Kerja Antimikroba

  • Mengganggu metabolisme sel mikroba

Contohya: Sulfonamid, trimetropin, asam p-aminosalisilat (PAS) dan sulton

  • Menghambat sintesis dinding sel mikroba

Contoh: penisilin, sefalosporin, basitrasin, vankomisin, sikloserin

  • Mengganggu permeabilitas membran sel mikroba

Contohnya: polimiksin, golongan polien, antiseptik

  • Menghambat sintesis protein sel mikroba

Cohtohnya: aminoglikosid, makrolid, linkomisin, tetrasiklin dan kloramfenikol

  • Menghambat sintesis atau merusak asam nukleat sel mikroba

Contohnya: rifampisin, golongan kuinolon

Resistensi Antimikroba

  • Resistensi (kebal) AM → suatu sifat tidak terganggunya kehidupan sel mikroba oleh AM
  • Sifat ini merupakan mekanisme alamiah untuk bertahan hidup mikroba


Efek Samping Antimikroba
Reaksi Alergi →

  • Dianggap sebagai antigen
  • Reaksi tubuh hipersensitivitas
  • Tidak tergantung dosis obat
  • Gejala bervariasi


Reaksi Idiosinkrasi →

  • Reaksi abnormal yang diturunkan secara genetik
  • Contoh → pemberian primaquin pada suku negro akan menyebakan anemia hemolitik akibat kurangnya enzim G6PD


Reaksi Toksik

  • Umumnya toksik selektif (relatif)
  • Relatif tidak toksik → penisilin
  • Aminoglikoside → toksik thd n. octavus
  • Tetrasiklin → toksik pertumbuhan tulang, gigi, hepatotoksik


Faktor Superinfeksi

  • Adanya faktor/penyakit yang mengurangi daya tahan pasien
  • Pengunaan AM yang lama
  • Luasnya spectrum AM


Tindakan superinfeksi:

  • Stop AM
  • Biakan penyebab superinfeksi
  • Memberi AM yang sesuai thd superinfeksi


Sebab Kegagalan Infeksi

  • Dosis yang kurang
  • Masa terapi yang kurang
  • Adanya faktor mekanik: abses, benda asing, jaringan nekrotik, sekuester tulang, batu saluran kemih, mukus yang banyak → prinsip harus dihilangkan
  • Kesalahan etiologi: AM efektif untuk bakteri →tidak efektif untuk: virus, jamur, parasit
  • Faktor farmakokinetik: tidak semua bagian tubuh dapat ditembus oleh obat
  • Pilihan AM yang kurang tepat
  • Faktor pasien: KU jelek, ketahanan menurun, gizi jelek


Penggunaan Antimikroba

  • Gambaran klinik penyakit infeksi
  • Penyakit infeksi ringan tidak perlu AM segera → memberi kesempatan Host untuk merangsang mekanisme kekebalan
  • Gejala deman tidak selalu disebabkan mikroba → dapat oleh virus, jamur, parasit, reaksi obat
  • AM hanya diperlukan pada infeksi yang telah berjalan beberapa hari dan cenderung memburuk
  • Memilih AM berspektrum luas tidak dibenarkan → hasil belum tentu lebih efektif daripada spektrum kecil
  • AM generasi ke3: sepalosporin, fluoroquinolin, aminoglikosida → sebaiknya tidak digunakan rutin
  • Kondisi pasien perlu dipertimbangkan, misal penyakit ginjal, hati hindari tetrasiklin


Macam Antibiotik

  • Golongan Penicilin: Benzatin Penisilin (Penisilin G), Fenoksimetil Penisilin (Penisilin V), metisilin, Nafsilin, Oksasilin, Kloksasilin, Dikloksasilin, Flukloksasilin, Ampisilin, Amoksilin, Karbenisilin, Tikarsilin, Aziosilin, Meziosilin, Piperasilin
  • Sulfonamid dan Kotrimoksasol
  • Antiseptik saluran kemih: Metanamin, Asam nalidiksat, Nitrofurantoin
  • Tuberkulostatik: Streptomisin, Isoniazid, Rifampisin, Etambutol, Pirazinamid, PAS, Sikloserin, Kanamisin, Kapreomisin, Etionamid
  • Leprostatik: Sulfon, Rifampisin, Klozamisin, Amitiozon,
  • Sefalosporin:
  • Generasi 1: Sefolotin, Sefapirin, Sefazolin, Sefaleksin, Sefradin, Sefadroksil
  • Generasi 2: Sefamandol, Sefoksitin, Sefaklor, Sefuroksim, sefonisid, Seforanid
  • Generasi 3: Sefotaksim, Moksalaktam, Sefriakson, Sefoperazon
  • Betalaktam: Aztreonam, Asam Klavulanat, Sulbaktam, Dinatrium Tikarsilin/Kalium Klavulanat, Natrium Ampisilin/Natrium Sulbaktam
  • Tetrasiklin: Klortetrasiklin, Oksitetrasiklin, Tetrasiklin, Demekloksiklin, Doksisiklin, Minosiklin
  • Kloramfenikol: Kloramfenikol, Tiamfenikol
  • Aminoglikoside: Streptomisin, Gentamisin, Kanamisin, Amikasin, Tobramisin, Netilmisin, Neomisin,
  • Eritromisin dan Makrolit
  • Linkomisin dan Klindamisin
  • Polimiksin
  • Basitrasin
  • Natrium Fusidat
  • Mupirosin
  • Spektinomisin
  • Vankomisin
  • Golongan Kuinolon


ANTI VIRUS

  • Amantadin: mengambat proses perakitan virus Influenza A
  • Asiklovir: menghambat DNA polimerase virus → khusus virus Herpes
  • Gansiklovir: mekanisme belum jelas → untuk CMV (Cyto Megalo Virus) →virus Herpes
  • Ribavirin: menghambat virus saluran nafas: Virus Influenza A dan B

 

  • Zidovudin: Azidotimidin → sebagai inhibitor kompetitif reverse transcriptase dari HIV dan Retrovirus
  • Idoksuridin: mengalami fosforilasi dan masuk ke DNA sel → untuk Virus herpes dan pox
  • Inosipleks: Inosine pranobex → sebagai imunomodulator


ANTI KANKER

  • Kanker: adalah penyakit sel dengan ciri gangguan atau kegagalan mekanisme pengatur multiplikasi dan fungsi homeostasis lainnya pada organisme multiseluler
  • Sifat: tumbuh berlebih (tumor), invasif, metastatik, hereditas, pergeseran metabolisme: pembentukan makromolekul dari nukleosida dan asam amino, serta peningkatan katabolisme KH untuk energi sel

 

  • Obat antikanker sangat spesialistik →batas keamananya begitu sempit, sehingga hanya dibenarkan digunakan oleh dokter ahli saja
  • Penggunaan yang kurang cermat, hanya menambah penderitaan dan pemborosan biaya saja


Golongan Obat Anti Kanker

  • Cell Cycle Specific (CCS) → memperlihatkan toksisitas selektif terhadap fase tertentu dari siklus sel

Contoh: Vinkristin, Vinblastin, Merkaptopurin, Hidroksiuria, Metotreksat, Asparaginase

  • Cell Cycle Non Specific (CCNS)

Contoh: Alkilator, Antibiotik antikanker (Daktinomisin, Daunorubisin, Doksorubisin, Plikamisin, Mitomisisn), Sisplatin, Prokarbazin, Nitrosourea

  • Alkilator → pembentukan ion karbonium yang sangat reaktif pada perusakan fungsi DNA

Contoh: Makloretamin, Siklofosfamid, Mustar Urasil, Trietilin melamin, busulfan, Karmustin

  • Anti Metabolit → menghambat sintesis DNA sel kanker

Contoh: S-fluorourasil, Sitarabin, 6-Merkaptopurin, Metotreksat

  • Produk alamiah: Vinblastin (VLB), Vinkristin (VCR), Daktinomisin, Mitomisin, L-asparaginase
  • Hormon: Prednison, Progestin, Estrogen, Androgen
  • Isotop Radioaktif: Fosfor dan Iodium


Efek Anti Kanker

  • Mengganggu Hemopoetik dan gastroiintestinal: Lekopenia, trombositopenia, anemia; Anoreksia, mual, muntah, diare, stomatitis aftosa
  • Kulit: eritema, urtikaria, erupsi makulopapular, sindrome Stevens Johnson
  • Menyebabkan Nepropati hiperuresemik, Gagal Ginjal


Efek Non Terapi

  • Bersifat Teratogenik pada binatang → jangan diberikan pada kehamilan trimester1


Imunosupressan

  • Obat yang menekan respon imune
  • Digunakan pada tensplantasi Organ (ginjal, hati, kulit, kornea, jantung)
  • Contoh: prednison, vinkristin, siklofospamid, Azatioprin, Metotreksat, Siklosporin

Referensi

  1. Deglin, Vallerand, 2005, Pedoman Obat Untuk Perawat, Jakarta, EGC
  2. Ganiswarna, 1995, Farmakologi dan Terapi, Jakarta, FKUI
  3. Kee, Hayes, 1996, Farmakologi Pendekatan Proses Keperawatan, Jakarta, EGC

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :