Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

Excellence with Morality

__Sertifikasi dan Prestasi__

    Standart ISO 9001:2008 Kepada Universitas Airlangga oleh British Certification International

_Berbagi tak pernah Rugi_

    Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

    Siapakah SejatiNya Engkau?

    .: Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal TuhanNya. Seperti bahasan kita yaitu Awwal- uddin Ma'rifatullah adalah... :. more

    facebook & twitter

DMCA.com Protection Status
..:: Selamat Buat para Pemenang lomba web & blog Mahasiswa Universitas Airlangga Tahun 2014; 1.Muhammad Alhada Fuad [FISIP'11] | 2.Muhammad Fatkhullah [FISIP'11] | 3.Teguh Bagus Pribadi [FKH'12] | 4.Mei Budi Utami [FST'12] | 5.Leo Agung Kurniawan [FISIP'12]| 6. Lutfi Adi Nugroho [FPK'11] | => Terimakasih atas kunjungan Anda, jangan lupa kalau mau copy/paste harap cantumkan sumbernya, by : Teguh Bagus Pribadi, http://teguhbaguspribadi-fkh12.web.unair.ac.id, dan Blog ini DIPERBAHARUI sebulan 4x karena kesibukan Perkuliahan ::..

Zuhud dalam islam

diposting oleh teguhbaguspribadi-fkh12 pada 28 February 2013
di Belajar Agama ISLAM - 0 komentar

Zuhud dalam islam

Pengertian Zuhud Dalam Islam

Kata zuhud sering disebut-sebut ketika kita mendengar nasehat dan seruan agar mengekang ketamakan terhadap dunia, dalam artian meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat untuk kepentingan akhirat.

 

Pengertian Zuhud yang lain adalah dengan mengakui bahwa segala sesuatu yang ada pada diri kita adalah milik Allah atau tidak mengakui bahwa kekayaan harta dan apa yang ada pada diri kita adalah kepunyaan Allah

 

Adapula yang mengartikan  bahwa Zuhud artinya hidup miskin, sederhana, meninggalkan harta benda dunia. yaitu keadaan meninggalkan dunia dan hidup kematerian jauh dari segala urusan duniawi baik yang mencakup urusan manusia maupun alam.
Pengertian Zuhud yang selanjutnya berarti tidak merasa bangga atas kemewahan dunia yang telah ada ditangan, dan tidak merasa bersedih karena hilangnya kemewahan itu dari tangannya.
Pengertian Zuhud menurut kami bukanlah semata - mata memutus kehidupan duniawi, akan tetapi menjalani hidup dengan pemahaman yang membuat seseorang memiliki pandangan khusus terhadap kehidupan duniawi itu. dengan tetap bekerja dan berusaha, akan tetapi kehidupan duniawi itu tidak menguasai kecenderungan kalbunya dan tidak membuat mereka mengingkari Tuhannya.
Jangan membuang - buang waktu melihat ke belakang dan menyesali apa yang terjadi. tapi lihatlah ke depan dan mulailah berbuat sesuatu. Apa yang terjadi - terjadilah dan apa yang belum terjadi perbaikilah. 
Makan untuk hidup bukan hidup untuk makan.



Kehidupan Untuk Dijalani


Suatu ketika terjadi percakapan antara tiga orang , seorang petani , Sarjana dan satunya seorang salik.
Percakapan diantara mereka seperti tidak ada akhirnya, sang petani bersikukuh dengan pengalamannya , Si Sarjana bersikukuh dengan Teorinya dan Sang salik bersikukuh dengan ilmu yang terdapat dalam kitab - kitab gurunya.
Berbagai alasan , pendapat , argument , atau apapun itu namanya bercampur menjadi satu dan tidak diperoleh titik temu. hingga tidak terasa matahari sudah hampir terbenam.
Namun keadaan itu tidak membuat mereka bertiga menjadi menghentikan pembicaraan hingga akhirnya datang seorang kakek, entah darimana dia tiba - tiba saja sudah berada di dekat mereka bertiga.
melihat pembicaraan yang tidak kunjung berakhir sang kakekpun lantas menyela pembicaraan ketiga orang tersebut.
Kakek : Dalam satu kata saya dapat meringkas semua yang saya pelajari tentang kehidupan dan yang saudara bicarakan.
petani  , sarjana , salik : Apa Itu kek.........!
Kakek : JALANI
Wallahu A'lam.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :