Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

Excellence with Morality

__Sertifikasi dan Prestasi__

    Standart ISO 9001:2008 Kepada Universitas Airlangga oleh British Certification International

_Berbagi tak pernah Rugi_

    Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

    ____Hakikat Manusia____

    .: Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal TuhanNya. Seperti bahasan kita yaitu Awwal- uddin Ma'rifatullah adalah... :. more

    ∞ Akun Facebook & Twitter Kami ∞

..:: Selamat Buat para Pemenang lomba web & blog Mahasiswa Universitas Airlangga Tahun 2015; 1.Mei Budi Utami [FST'12] | 2.Mita Erna Wati [FK'12] | 3.Teguh Bagus Pribadi [FKH'12] | 4.M. Roihan Hanafi [FISIP'12] | 5.Ari Zulaicha [FISIP'12] | 6. Muziburrahman [FPK'14] | => Terimakasih atas kunjungan Anda, jangan lupa kalau mau copy/paste harap cantumkan sumbernya, by : Teguh Bagus Pribadi, http://teguhbaguspribadi-fkh12.web.unair.ac.id, dan Blog ini DIPERBAHARUI sebulan 4x karena kesibukan Perkuliahan ::..

Fungsi dan Klasifikasi Tulang Manusia

diposting oleh teguhbaguspribadi-fkh12 pada 06 April 2013
di Gudang Artikel - 4 komentar

Fungsi dan Klasifikasi Tulang Manusia- Seperti yang telah Anda pelajari pada bagian sebelumnya, tulang merupakan salah satu bagian sistem rangka yang terbuat dari jaringan ikat tulang. Tulang sangat berguna bagi manusia. Apakah Anda masih ingat fungsi dari tulang? Beberapa fungsi tulang adalah sebagai berikut:

  1. sebagai alat gerak bersama dengan otot;
  2. sebagai tempat melekatnya otot;
  3. sebagai pelindung organ lunak dan vital;
  4. tempat memproduksi sel-sel darah;
  5. tempat penyimpanan cadangan mineral, berupa kalsium dan fosfat, serta cadangan lemak.

Klasifikasi Tulang Manusia

Tulang sangat banyak jenisnya, baik bentuk maupun penyusunnya. Berdasarkan jaringan penyusunnya, tulang dapat dikelompokkan sebagai berikut.

a. Tulang Rawan (Kartilago)

Tulang rawan terdiri atas sel-sel tulang rawan (kondrosit), serabut kolagen, dan matriks. Sel-sel tulang rawan dibentuk oleh bakal sel-sel tulang rawan, yaitu kondroblas. Berdasarkan susunan serabutnya, tulang rawan dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut. Gambar Tulang Rawan (Kartilago)

Gambar 4.1 (a) Tulang rawan hialin, (b) tulang rawan elastis, dan (c) tulang rawan fibrosa

Gambar 4.1 (a) Tulang rawan hialin, (b) tulang rawan elastis, dan (c) tulang rawan fibrosa. Sumber: www.ulb.ac.be ; www.montgomerycollege.edu

1) Tulang rawan hialin, mempunyai serabut tersebar dalam anyaman yang halus dan rapat. Tulang rawan hialin terdapat di ujung-ujung tulang rusuk yang menempel ke tulang dada (Gambar 4.1a).

2) Tulang rawan elastis, susunan sel dan matriksnya mirip tulang rawan hialin, tetapi tidak sehalus dan serapat tulang rawan hialin. Tulang rawan elastis terdapat di daun telinga, laring, dan epiglotis (Gambar 4.1b).

3) Tulang rawan fibrosa, matriksnya tersusun kasar dan tidak beraturan. Tulang rawan fibrosa terdapat di cakram antartulang belakang dan simfisis pubis (pertautan tulang kemaluan) (Gambar 4.1c).

b. Tulang Keras (Osteon)

Tulang terbentuk dari tulang rawan yang mengalami penulangan (osifikasi). Ketika tulang rawan (kartilago) terbentuk, rongga-rongga matriksnya terisi oleh sel osteoblas. Osteoblas merupakan lapisan sel tulang muda. Osteoblas akan menyekresikan zat interseluler seperti kolagen yang akan mengikat zat kapur. Osteoblas yang telah dikelilingi zat kapur akan mengeras dan menjadi osteosit (sel tulang keras). Antara sel tulang yang satu dan sel tulang yang lain dihubungkan oleh juluran-juluran sitoplasma yang disebut kanalikuli. Setiap satuan sel osteosit akan mengelilingi suatu sistem saraf dan pembuluh darah sehingga membentuk sistem Havers (Gambar 4.2). Matriks di sekitar sel-sel tulang memiliki senyawa protein yang dapat mengikat kapur (CaCO3) dan fosfor (CaPO4). Kapur dan fosfor tersebut membuat tulang menjadi keras. Berdasarkan matriksnya, bagian tulang dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu tulang kompak dan tulang spons. Gambar Tulang Keras (Osteon)

Gambar 4.2 Tulang keras terdiri atas sel-sel hidup yang disebut osteosit

Gambar 4.2 Tulang keras terdiri atas sel-sel hidup yang disebut osteosit.

Tulang kompak memiliki matriks yang padat dan rapat, sedangkan tulang spons memiliki matriks yang berongga-rongga (Gambar 4.3 kompak dan tulang spons.). Sebenarnya, kedua jenis tulang tersebut terdapat di suatu tempat yang sama. Penamaan diambil hanya dengan melihat bagian mana yang paling dominan. Dari penjelasan tersebut, dapatkah Anda menunjukkan contoh tulang kompak dan tulang spons yang terdapat pada tubuh kita? Gambar kompak dan tulang spons.

Gambar 4.3 Berdasarkan matriksnya, tulang dibedakan menjadi dua, yaitu tulang kompak dan tulang spons

Gambar 4.3 Berdasarkan matriksnya, tulang dibedakan menjadi dua, yaitu tulang kompak dan tulang spons.

Berdasarkan bentuknya, tulang keras dapat dikelompokkan sebagai berikut.

1) Tulang pipa, berbentuk panjang dan berongga, seperti pipa. Contoh tulang ini di antaranya tulang pengumpil, tulang hasta, tulang betis, dan tulang kering. Tulang pipa terdiri atas dua bagian, yaitu diafisis dan epifisis. Diafisis adalah bagian “badan” tulang, sedangkan epifisis adalah bagian tepi (epi) atau bagian “kepala” tulang. Di antara epifisis dan diafisis, dibatasi oleh bagian yang disebut cakram epifisis (Gambar 4.4 Tulang pipa). Cakram epifisis lebih lambat proses penulangannya dibandingkan dengan daerah diafisis.

Gambar 4.4 Tulang pipa terdiri atas dua bagian, yaitu diafisis dan epifisis

Gambar 4.4 Tulang pipa terdiri atas dua bagian, yaitu diafisis dan epifisis.

2) Tulang pipih, adalah tulang-tulang yang berbentuk pipih. Tulang pipih banyak terdapat di rangka aksial, misalnya tulang rusuk, tulang belikat, dan tulang-tulang yang menyusun tengkorak (Gambar 4.5a Tulang pipih). Tulang pipih berfungsi sebagai pelindung suatu rongga. Misalnya, rongga tengkorak melindungi otak dan rongga dada melindungi jantung serta paru-paru.

3) Tulang pendek, berukuran pendek. Hanya ditemukan di daerah pangkal telapak tangan (Gambar 4.5b Tulang pendek), pangkal telapak kaki, dan tulang-tulang belakang.

Gambar 4.5 (a) Tulang pipih pada tengkorak dan (b) tulang pendek pada pangkal telapak tangan.

Gambar 4.5 (a) Tulang pipih pada tengkorak dan (b) tulang pendek pada pangkal telapak tangan.

4) Tulang tidak beraturan, yaitu tulang yang memiliki bentuk tidak beraturan. Contohnya adalah tulang-tulang belakang (Gambar 4.6 Tulang tidak beraturan) dan tulang penyusun wajah.

Gambar 4.6 Tulang belakang memiliki bentuk yang tidak beraturan.

Gambar 4.6 Tulang belakang memiliki bentuk yang tidak beraturan.

4 Komentar

grace

pada : 18 September 2013


"Thanks Buat Infonya ya"


Teguh Bagus Pribadi

pada : 20 September 2014


"Sama-sama saudara Grace :)"


Kursi Steamer Jati

pada : 01 April 2015


"Terima kasih atas infonya, dengan adanya info ini tugas kuliah saya jadi selesai. semoga sukses selalu, amien."


Ayunan Kayu Jati

pada : 01 April 2015


"Terima kasih atas infonya gan"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :