Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

Excellence with Morality

__Sertifikasi dan Prestasi__

    Standart ISO 9001:2008 Kepada Universitas Airlangga oleh British Certification International

_Berbagi tak pernah Rugi_

    Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

    Siapakah SejatiNya Engkau?

    .: Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal TuhanNya. Seperti bahasan kita yaitu Awwal- uddin Ma'rifatullah adalah... :. more

    facebook & twitter

DMCA.com Protection Status
..:: Selamat Buat para Pemenang lomba web & blog Mahasiswa Universitas Airlangga Tahun 2014; 1.Muhammad Alhada Fuad [FISIP'11] | 2.Muhammad Fatkhullah [FISIP'11] | 3.Teguh Bagus Pribadi [FKH'12] | 4.Mei Budi Utami [FST'12] | 5.Leo Agung Kurniawan [FISIP'12]| 6. Lutfi Adi Nugroho [FPK'11] | => Terimakasih atas kunjungan Anda, jangan lupa kalau mau copy/paste harap cantumkan sumbernya, by : Teguh Bagus Pribadi, http://teguhbaguspribadi-fkh12.web.unair.ac.id, dan Blog ini DIPERBAHARUI sebulan 4x karena kesibukan Perkuliahan ::..

Sebelas Anak Tangga Menuju Langit

diposting oleh teguhbaguspribadi-fkh12 pada 16 April 2013
di Belajar Ilmu Tasawuf - 0 komentar

Sebelas Anak Tangga Menuju Langit

Tangga ke Langit

Untuk meraih pintu langit, dimana kita bisa mengetuk pintu ke hadirat Robbul Izzah  Yang Maha Tinggi, kita harus melalui beberapa anak tangga,  setingkat demi setingkat kita akan sampai kepada kedudukan yang mulia, hidup senang dan diridhoi oleh Nya. Adapun anak tangga- anak tangga  yang harus kita lalui itu yakni:

Anak tangga I

Banyak dzikir kepada Allah, sesuai firmannya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً

“Wahai orang- orang yang beriman, berzikirlah kalian kepada Allah dengan dzikir yang banyak, dan bertasbihlah kalian diwaktu pagi dan petang” (Al- Ahzab ayat 41)

Anak tangga II:

Maksimalkan waktu- waktu yang luang untuk sepenuhnya  pengabdian kepada Allah, sesuai firmannya:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Dan hendaklah kalian curahkan pengabdian kepada Allah hingga datangnya ajal menjemput (Al- Yaqin).” Surat Al- Hijr, ayat 99)

Anak tangga ke III

Meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah lah yang mengatur segala rizki, sesuai firmannya:

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

“ Dan tidak ada satu binatang yang melatapun dimuka bumi ini melainkan Allah yang memberikan rizkinya.” (Surat Hud ayat 6).

Dan juga firman Allah:

وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَن يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“………………………Dan Allah member rizki kepada siapa yang Dia kehendaki  tanpa bisa diperkirakan” (An- Nuur 38)

 

Anak tangga ke IV

Menyadari bahwa kita ini sebenarnya sekedar tamu yang segera akan kembali kealam Baqa dimana kita harus mempertanggung jawabkan segala hasil pengembaraan kita didunia. Sesuai sebuah hadist:

“Hendaklah kamu hidup didunia ini seperti seorang pengembara.” (H.R. Bukhori).

Dan juga firman Allah:

وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Adapun kehidupan dunia ini hanyalah suatu permainan dan suka ria belaka (yang hanya sementara), Dan sesungguhnya kehidupan akherat itulah kehidupan yang sebenar- benarnya jika mereka mengetahui.” (Al- Ankabut 64).

Anak tangga ke V

Meyakini betul bahwa tak ada yang kekal didunia ini, termasuk dirinya dan harta bendanya. Sesuai firman Allah:

وَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (Al- Qoshosh ayat 88).

Juga sesuai firman Nya:

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ , وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

“Semua yang ada di alam semesta itu akan binasa. Dan tetap kekal  Dzat Tuhan mu yang memiliki Kebesaran dan Kemuliaan.” (Ar- Rohman 26-27).

Anak tangga ke VI

Menyadari sepenuhnya bahwa dia adalah seorang hamba dan makhluk ciptaan Nya yang tugasnya didunia ini adalah pengabdian dalam mencari ridho Nya. Maka pengabdian atau DUTY inilah sebenarnya tugas mulia seorang hamba. Sesuai firman Allah:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah aku jadikan jin dan manusia itu kecuali agar mereka mengabdi kepadaku” (Adz- Dzaariyat 56)

 

Anak tangga ke VII

Menyadari sepenuhnya bahwa apapun yang terjadi pada alam semesta ini dan juga pada dirinya adalah atas dasar Qudrat (kekuasaan)- Irodat (kehendak)- dan Ilmu Allah. Semua yang terjadi sudah di program dan di install oleh Allah, karena itu hanya kepada Nya lah kita harus berserah diri, dan Allah akan menjamin semua hambanya yang berserah diri. Sesuai firman Nya:

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْراً

“Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (Ath- Tholaq 3)

Anak tangga  ke VIII

Mengembalikan segala kerumitan dan masalah kehidupan hanya dengan memohon pertolongan kepada Allah semata, karena Dia lah Maha Pengatur segalanya, Yang Maha Menggenggam atau Mencurahkan segala anugerah kepada  semua makhluknya. Sesuai firman Nya:

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ

“ Yaitu orang- orang yang ketika mendapatkan suatu musibah mereka berkata: Sesungguhnya kita semua adalah milik Allah dan kepda Nya lah kita semua akan kembali” (Al- Baqoroh 156)ل

Anak tangga ke IX

Meyakini sepenuhnya jika kita bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan jalan keluar dan memberikan aneka kemudahan dari segala kesulitan. Dengan keyakinan ini, kita akan berusaha maksimal agar meraih derajat taqwa dimanapun kita berada. Sesuai firman Nya:

وَمَنْ يَتّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجاً

Barang siapa bertaqwa kepada Allah, pasti Allah akan memberikan jalan keluar” (Ath- Tholaq 2)

Dan juga firman Nya:

وَمَنْ يَتّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ اَمْرِهِ يُسْرىَ

“Barang siapa bertaqwa kepada Allah, pasti Allah akan membuat segala urusannya menjadi mudah” (Ath- Tholaq 4)

Dengan bertaqwa kepada Allah, kita akan mendapatkan ILMU LADUNY untuk memecahkan segala persoalan kehidupan. Sesuai firman Nya:

وَ اتَّقُوا اللهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللهُ

“ Dan bertaqwalah kalian kepada Allah, Pasti Allah akan membuat kalian Alim” (Al- Baqoroh 282).

 

Anak tangga ke X

Tidak henti- hentinya berdo’a dan berharap hanya kepada pertolongan Allah. Sesuai firman dan perintah Nya:

 وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوا وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ

“Memohonlah kalian kepda Ku, pasti Aku akan mengabulknnya” (Al- Mu’min 60).

 

Anak tangga ke XI

Tidak terlalu berbangga diri dan sombong  ketika sukses, tidak meratap dan berputus asa ketika gagal. Bila sukses kita bersukur dan bila gagal kita bersabar untuk bangkit kembali dari kegagalan. Karena kita meyakini semuanya sudah diatur oleh Allah Sang Maha Perkasa. Sesuai firman Nya:

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ , لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

“Tiada suatu bencana apapun yang menimpa di bumi dan juga pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam Kitab Lauh Mahfudh sebelum kami melaksanakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah. Kami jelaskan yang demikian itu agar kamu jangan berduka cita atas apa yang telah terluput dari kamu dan supya kamu jangan terlalu berbangga terhadap apa yang telah Allah berikan kepadamu. Dan Allah tidak menyukai orang- orang yang sombong lagi membanggakan diri”. (Al- Hadid 22- 23)

Mari kita langkahkan kaki kita setingkat- demi setingkat. Insyaalloh atas karunia Alloh kita akan sampai ketujuan. Amiin.

 

 

 

 


http://tanbihun.com/tasawwuf/sebelas-anak-tangga-menuju-langit/#.UWzz4ZyokpQ

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :