Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

Excellence with Morality

__Sertifikasi dan Prestasi__

    Standart ISO 9001:2008 Kepada Universitas Airlangga oleh British Certification International

_Berbagi tak pernah Rugi_

    Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

    ____Hakikat Manusia____

    .: Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal TuhanNya. Seperti bahasan kita yaitu Awwal- uddin Ma'rifatullah adalah... :. more

    ∞ Akun Facebook & Twitter Kami ∞

..:: Selamat Buat para Pemenang lomba web & blog Mahasiswa Universitas Airlangga Tahun 2015; 1.Mei Budi Utami [FST'12] | 2.Mita Erna Wati [FK'12] | 3.Teguh Bagus Pribadi [FKH'12] | 4.M. Roihan Hanafi [FISIP'12] | 5.Ari Zulaicha [FISIP'12] | 6. Muziburrahman [FPK'14] | => Terimakasih atas kunjungan Anda, jangan lupa kalau mau copy/paste harap cantumkan sumbernya, by : Teguh Bagus Pribadi, http://teguhbaguspribadi-fkh12.web.unair.ac.id, dan Blog ini DIPERBAHARUI sebulan 4x karena kesibukan Perkuliahan ::..

GLOSARIUM DALAM TASAWUF

diposting oleh teguhbaguspribadi-fkh12 pada 09 May 2013
di Belajar Ilmu Tasawuf - 0 komentar

Dzauq :
indra “batin” untuk merasakan pengalaman spritual langsung. kadang diindentikan dengan hati, intuisi atau intelek sebagai akal dalam tingkat tertinggi.

Fanà :
Penyatuan diri atau person kemanusian dalam (kebersatuan dengan ) Allah. Inilah “hilangnya” batas-batas individu dalam keadaan kesatuan. Faná dan faná al faná (fananya fana) sebagai tahap lanjutnya sering disebut sebut sebagai tahap akhir dalam kenaikan (mi’ráj) menuju Allah Subhânahu wa Ta’âlâ.

Hâl (jamak, Ahwâl) :
Keadaan – keadaan spritual. Ini adalah anugerah dan karunia Allah kepada para penempuh jalan spiritual. Berbeda dengan maqâm yang merupakan keadaan relatif stabil dan permanen, keadaan-keadaan ini hanya berlangsung sesaat.

Hubb (atau Mahabbah atau ‘Isyq)
Cinta bentuk hubungan tertinggi antara manusia dengan Allah. Yang mana âsyiq (manusia pencinta) bersatu dengan San Ma’syûq ( Sang Pencinta atau Allah). Cinta ini juga adalah prinsip penciptaan alam semesta yang tak lain merupakan pengungkapan diri Allah Subhânahu wa Ta’âlâ.

Al Jihâd al akbar:
Jihad besar. Ini merupakan perjuangan batin terus menerus dan penuh kewaspadaan melawan kejahilan atau kebodohan, hawa nafsu, dan sifat-sifat tercela dari jiwa yang rendah yang menjauhkan manusia dari Allah.

Ma’rifah :
Cahaya pengetahuan yang diberikan pada hati siapa saja yang dikehendaki-Nya.

Maqâm (jamak, maqâmât) :
Kedudukan spritual. Sebuah maqâm diperoleh dan dicapai melalui upaya dan letulusan sang penempuh jalan spritual (sâlik), mujâhadah (upaya keras) dan riyâdhah (latihan-latihan spritual) namun perolehan ini pada puncaknya dipercayai bisa terjadi berkat rahmat Allah.

Mujâhadah :
Perjuangan dan upaya spritual melawan hawa nafsu dan berbagai kecenderungan jiwa rendah (nafs).

Al nafs al ammârah bi al sû :
Nafsu yang terus menerus, mendorong ke arah keburukan.

Nafs :
Ego, diri atau jiwa. Terkadang Nafs diartikan sebagai dimensi batiniah manusia yang berada di antara ruh (rûh), dan jasmani (jism). Dalam tingkat al nafs al muthma’innah ia identik dengan rûh.

Riyâdah :
Disiplin spiritual dalam bentuk asketisme atau latihan kezuhudan (berpantang)

Sulûk :
Perjalanan di jalan spiritual menuju Sang Sumber. Kadang identik dengan tasawuf.

Tajallî :
Penyikapan diri. Berarti Allah menyikapkan (mengejewantahkan) diri-Nya sendiri dalam makhluk-Nya.

Tasawuf :
Pencapaian karakter (akhlak) mulia melalui penyucian hati.

Tharîqah :
Jalan spiritual yang harus ditempuh oleh seorang pejalan (sâlik) menuju hakikat (haqîqah).

Wara :
Berhati-hati untuk tidak melanggar batas hukum (ajaran agama)

Zuhd (zuhud) :
Sikap hidup menjauhkan diri atau berpantang diri dari apa – apa yang bersifat keduniaan, bahkan terkadang dari yang diperbolehkan (mubâh), karena khawatir melanggar batas.

Tambahan :
sufi mengindentikan tasawuf dengan ihsan (beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, atau kalau engkau tak dapat melihat-Nya, percaya bahwa Dia melihatmu). artinya Tasawuf pada intinya beribadah kepada Allah.

Hanya saja dalam tasawuf penekanan ibadah tidak hanya semata- mata gerakan-gerakan phisik kosong, melainkan penuh khusyu dan khudhu, yaitu menghadirkan hati dan penuh kerendahan di hadapan Allah Swt.

Dalam tasawuf, sholat merupakan mi'rajnya kaum mukmin, bahwa shalatlah yang bisa membawa seseorang bertemu dengan Allah Swt.

Syari'at merupakan landasan tasawuf (thariqah), sedang thariqah adalah jalan menuju hakikat (haqiqah atau kebenaran sejati).

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :