Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

Excellence with Morality

__Sertifikasi dan Prestasi__

    Standart ISO 9001:2008 Kepada Universitas Airlangga oleh British Certification International

_Berbagi tak pernah Rugi_

    Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

    ____Hakikat Manusia____

    .: Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal TuhanNya. Seperti bahasan kita yaitu Awwal- uddin Ma'rifatullah adalah... :. more

    ∞ Akun Facebook & Twitter Kami ∞

..:: Selamat Buat para Pemenang lomba web & blog Mahasiswa Universitas Airlangga Tahun 2015; 1.Mei Budi Utami [FST'12] | 2.Mita Erna Wati [FK'12] | 3.Teguh Bagus Pribadi [FKH'12] | 4.M. Roihan Hanafi [FISIP'12] | 5.Ari Zulaicha [FISIP'12] | 6. Muziburrahman [FPK'14] | => Terimakasih atas kunjungan Anda, jangan lupa kalau mau copy/paste harap cantumkan sumbernya, by : Teguh Bagus Pribadi, http://teguhbaguspribadi-fkh12.web.unair.ac.id, dan Blog ini DIPERBAHARUI sebulan 4x karena kesibukan Perkuliahan ::..

Tawassul dengan Calon Rasul

diposting oleh teguhbaguspribadi-fkh12 pada 24 May 2013
di Belajar Ilmu Tasawuf - 0 komentar

      Suatu saat, wilayah Mekkah ditimpa kekeringan yang hebat. Tumbuh-tumbuhan kering dan semua binatang ternak kurus-kurus. Kaum Quraisy berkumpul dengan suara yang keras, melakukan pertemuan. Seorang diantara m,ereka berkata" Mintalah perlindungan pada latta dan uzza". Yang lain berkata "mintalah perlindungan pada manat, dewa yang ketiga!"

       Seorang lelaki dari tengah-tengah mereka, bernam Waraqah bin Naufal, paman Khadijah binti Khuwailid, berkata, "Aku adalh orang naufal, dan diantara kalian ada keturunan Ibrahim as dan Isma'il as. Mintalah  bantuan kepadanya." Orang-orang berkata, "Apakah yang kau maksud adalah Abu Thalib?" Ia menjawab."Memang, dialah itu."

       Kemudian mereka pun semuanya berdiri, mreka menemui Abu Thalib yang baru saja keluar dari rumahnya dengan berpakaian kuning. Mereka berkata, " Wahai Abu Thalib, lembah sudah kekeringan dan mahluk-mahluk Allah udah kehausan. Bangunlah dan mohonkan hujan bagi kami!" Abu Thalib berkata, " Tunggulah sampai matahari tergelincir dan angin reda."

        Ketika matahari hampir tergelincir, Abu Thalib kluar dengan membawa seorang anak muda yang wajahnya cmerlang seperti mentari diwaktu dhuha dan dinaungi olh awan, yang tiada lain adalah Muhammad. Ia menyandarkan punggungnya pada Ka'bah. Dengan memegang anak muda itu, Abu Thalib mengangkat tanganya dan memohonkan turunya hujan.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :