Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

Excellence with Morality

__Sertifikasi dan Prestasi__

    Standart ISO 9001:2008 Kepada Universitas Airlangga oleh British Certification International

_Berbagi tak pernah Rugi_

    Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

    ____Hakikat Manusia____

    .: Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal TuhanNya. Seperti bahasan kita yaitu Awwal- uddin Ma'rifatullah adalah... :. more

    ∞ Akun Facebook & Twitter Kami ∞

..:: Selamat Buat para Pemenang lomba web & blog Mahasiswa Universitas Airlangga Tahun 2015; 1.Mei Budi Utami [FST'12] | 2.Mita Erna Wati [FK'12] | 3.Teguh Bagus Pribadi [FKH'12] | 4.M. Roihan Hanafi [FISIP'12] | 5.Ari Zulaicha [FISIP'12] | 6. Muziburrahman [FPK'14] | => Terimakasih atas kunjungan Anda, jangan lupa kalau mau copy/paste harap cantumkan sumbernya, by : Teguh Bagus Pribadi, http://teguhbaguspribadi-fkh12.web.unair.ac.id, dan Blog ini DIPERBAHARUI sebulan 4x karena kesibukan Perkuliahan ::..

Tambah Pengetahuan Kucing Ras Vs Kucing Domestik fkh unair

diposting oleh teguhbaguspribadi-fkh12 pada 12 December 2013
di About Vet. Medicine - 0 komentar

E-mailPrintPDF 

- KMPV PW Terus gencarkan pengetahuan tentang hewan kesayangan. Seminar Nasional “ KUCING RAS v KUCING DOMESTIK “ yang diselenggarakan oleh Kelompok Minat Profesi Veteriner Pet and Wild animal (KMPV PW) pada hari Sabtu, 2 Oktober 2010 dapat dikatakan berjalan dengan lancar dan sukses sesuai dengan apa yang diharapkan. Antusias peserta yang mengikuti seminar ini dikatakan cukup besar, hal ini dapat terbukti dengan terpenuhinya target peserta yang melebihi batas kuota yaitu sebanyak 115 orang peserta.

Seminar ini diawali dengan sambutan dari ketua pelaksana, ketua KMPV Pet and Wild animal, ketua Badan Eksekutif Mahasiswa, dosen pendamping serta Wakil Dekan I. Kemudian dilanjutkan dengan seminar sesi pertama yang diisi oleh Ir. M. Budi Hariyadi yang merupakan Ketua ICA Provinsi Jawa Timur, berupa penjelasan tentang serba-serbi kucing ras yaitu hal-hal yang signifikan antara lain pengertian Pedigree, sejarah kucing, microchip, hingga perawatan. Kemudian pengenalan berbagai macam ras kucing di duniaberdasarkan jenis rambut dibagi menjadi tiga kelompok, antara lain Longhair ( rambut panjang), Semi-longhair, dan Shorthair (rambut pendek). Lalu pembahasan lebih khusus pada kucing persia karena merupakan kucing yang paling populer di Indonesia, yaitu Persia berdasarkan variasi warna dibagi menjadi tujuh kelompok, berdasarkan panjang bulunya terdiri dari dua tipe (long haired persian dan exotic shorthair ).

Dalam materi I ini juga dibahas tentang karakteristik kucing Persia, dari kepala, telinga, mata, badan, kaki, cakar, bulu, ekor, hingga sifat kucing tersebut. Standar penilaian untuk lomba (Cat Show), pemeliharaan dan lingkungan yang sesuai untuk Persia agar mereka nyaman dari kesehatan hingga tempat tinggal . Selain itu, dijelaskan mengenai persyaratan kucing ras yang dapat dikembangbiakan baik indukan maupun pejantannya serta pengenalan microchip yang biasanya digunakan sebagai identitas kucing ras agar bisa dilacak dimanapun dan kapanpun. Setelah materi Kucing Ras selesai ada tambahan sedikit pengenalan tentang organisasi Indonesia Cat Association (ICA) yang merupakan organisasi kucing Indonesia.

Penjelasan tentang handling kucing

Seminar ini berlanjut dengan demo handling dan restrain sesi I yaitu kucing ras (Persia) yang diperagakan oleh Ir. M. Budi Hariyadi. Kemudian di ikuti sesi II yaitu Kucing Domestik oleh Komunitas Penyanyang Kucing (KPK), yang membawa tiga ekor kucing. Beliau memperagakan bagaimana cara menyisir rambut, membersihkan mata telinga, dan perawatan yang lain.

Berlanjut ke materi kedua diisi oleh Muhafi yang merupakan Ketua dari Komunitas Penyayang Kucing (KPK) berupa penjelasan mengenai kucing domestik di Indonesia dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dmiliki. Kucing domestik atau lebih dikenal dengan kuicng lokal merupakan kucing yang berdomisili di negara itu sendiri tanpa memiliki sertifikat keturunan. Kucing lokal memiliki beberapa kelemahan antara lain sifat cenderung liar sehingga agak sulit diatur, jarang nya vaksinasi pada kucing liar, dan sebagainya. Adapun keunggulan yang tidak kalah dengan kucing ras yaitu varian warna beraneka ragam dan jelas, biaya pemeliharaan relatif murah, ketahanan tubuh lebih kuat, lebih mandiri. Meskipun begitu, antara kucing ras dengan kucing domestik memiliki persamaan baik dari segi kesehatan (penyakit) dan masa kelahiran (59 – 68 hari). Kemudian dilanjutkan mengenai KPK itu sendiri dari awal berdiri hingga tujuannya.

Seminar sesi ketiga disampaikan oleh Drh. Ina Nurani yang memberikan materi tentang Kucing Raas dan mengenai penyakit-penyakit yang umumnya menyerang kucing. Dimana Kucing Raas yang disebut juga kucing Madura berasal dari Pulau Raas. Pada dasarnya morfologi kucing Raas hampir sama dengan lokal, hanya saja kucing tersebut memiliki warna bulu yang khas. Bedasarkan corak bulunya, kucing raas dibagi menjadi dua jenis yaitu Kucing Busok yang berwarna abu-abu dengan aksen warna putih pada dada. Dan Kucing Kecubung yang colour point, warna badan coklat muda sedangkan telinga, hidung, dan ekor berwarna coklat tua. Adapun beberapa mitos kucing raas, misalnya kucing tersebut menjadi berkah bagi pemiliknya, tidak boleh dibawa keluar pulau dengan perahu karena dapat mengalami bencana, dan sebagainya.

Kemudian dilanjutkan dengan materi yang kedua tentang penyakit yang menyerang kucing. Toxoplasmosis merupakan penyakit yang paling marak karena merupakan penyakit zoonosis. Penyebabnya adalah Toxoplasama gondii. Gejala klinis pada manusia ataupun hewan umumnya asimptomatis. Pencegahannya baik sanitasi hewan (kucing) maupun manusia terutama wanita hamil agar lebih diperhatikan. Adapun penyakit yang lain tetapi tidak zoonosis juga dijelaskan yaitu Feline Panleukopenia (Feline Distemper), Feline Viral Rhinotrachitis, dan Feline Calicivirus. Ketiga penyakit kucing tersebut dapat dicegah dengan vaksinasi pada kucing.

Pada setiap selesai pembicara memberikan materi terdapat tanya jawab, cukup banyak peserta yang bertanya atau sekedar memberikan tanggapan. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian plakat serta sertifikat kepada pembicara. Selain itu pada acara Demo handling dan restrain kucing peserta juga sangat antusias, terbukti dengan banyaknya respon peserta dengan bertanya kepada pembicara.

“Kami menilai bahwa seminar ini sangat sukses dan ini akan kami kemas untuk menjadi yang lebih menarik di tahun mendatang mengingat semakin banyaknya para pecinta kucing.”, ungkap Mbak Cen Cen selaku ketua panitia. Seminar diakhiri dengan kuis yang diberikan oleh pembawa acara dan peserta yang menjawab mendapat hadiah menarik dari sponsor. Kemudian diikuti dengan pembagian sertifikat kepada seluruh peserta Seminar Nasional“KUCING RAS v KUCING DOMESTIK”.

 

Sumber : Fkh_UA

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :