Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

Excellence with Morality

__Sertifikasi dan Prestasi__

    Standart ISO 9001:2008 Kepada Universitas Airlangga oleh British Certification International

_Berbagi tak pernah Rugi_

    Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

    ____Hakikat Manusia____

    .: Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal TuhanNya. Seperti bahasan kita yaitu Awwal- uddin Ma'rifatullah adalah... :. more

    ∞ Akun Facebook & Twitter Kami ∞

..:: Selamat Buat para Pemenang lomba web & blog Mahasiswa Universitas Airlangga Tahun 2015; 1.Mei Budi Utami [FST'12] | 2.Mita Erna Wati [FK'12] | 3.Teguh Bagus Pribadi [FKH'12] | 4.M. Roihan Hanafi [FISIP'12] | 5.Ari Zulaicha [FISIP'12] | 6. Muziburrahman [FPK'14] | => Terimakasih atas kunjungan Anda, jangan lupa kalau mau copy/paste harap cantumkan sumbernya, by : Teguh Bagus Pribadi, http://teguhbaguspribadi-fkh12.web.unair.ac.id, dan Blog ini DIPERBAHARUI sebulan 4x karena kesibukan Perkuliahan ::..

Al Hikam - Hikmah ke 110

diposting oleh teguhbaguspribadi-fkh12 pada 26 December 2013
di Belajar Syarah Hikam - 0 komentar

Assalamu'alaikum Wr Wb.

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم 

 

Just share, afwan bila ada yg salah atau kurang..

Sedikit berbagi, pendengaran Kutipan al faqir dalam pengajianBuya Yahya dengan Kajian Kitab Al-Hikam Ibnu AThoillah Assakandari & Kitab Mukhtashor Ibnu Abi Jamroh (Ringkasan Shohih Bukhori) setiap senin malam selasa di Masjid Raya ATTAQWA Cirebon :

~ Muqodimah Shalat Istisqo' ~

* Shalat Istisqa’ adalah Shalat (dengan memohon kepada Allah) yang dianjurkan ketika lama tidak turun hujan atau ketika sumber mata air sudah lama mengering, Shalat Istisqa’ disunnahkan berdasarkan sebab dzahirnya, dan tidak dianjurkan lagi ketika sebab-sebabnya sudah tiada seperti mulai turun hujan atau mengalirnya mata air dari sumbernya.

* Ada 3 cara dalam melaksanakan Istisqa’ yang dianjurkan dalam Islam :
1. Berdo’a agar diturunkan hujan di setiap saat (dianjurkan setelah shalat)
2. Berdo’a di waktu I’tidal (berdiri dari ruku') rakaat terakhir pada setiap Shalat Fardhu dan setiap setelah Shalat
3. Dengan cara melakukan shalat Istisqo', paling sempurnanya adalah dengan melaksanakan cara berikut ini :

a. Imam (pemimipin/pemerintah) atau yang mewakili Imam seperti Ulama memerintahkan masyarakat dengan :
i. Bertaubat dengan sebenar-benar taubat (meminta ampun kepada Allah)
ii. Bersedekah kepada fakir-miskin, keluar dari kedzaliman, mendamaikan orang yang bertikai
iii. Himbauan untuk dalam keadaan berpuasa 3 hari sebelum melaksanakan shalat Istisqo, dan pada hari pelaksanaan (hari ke 4) masih dalam keadaan berpuasa, jadi puasa 4 hari berturut-turut.

b. Imam keluar dengan masyarakat pada hari ke-4 puasa dengan memakai baju yang sederhana (yang dianjurkan adalah memakai baju compang-camping) dan penuh kekhusyuan dan penuh ketenangan di satu lapangan, kemudian Imam atau wakilnya melakukan Shalat 2 rakaat berjama’ah bersama masyarakatnya seperti dalam pelaksanaan Shalat Hari Raya.
Setelah mereka melakukan Shalat kemudian Imam berkhutbah 2 kali seperti khutbah hari raya, hanya saja dalam khutbah ini membaca Istighfar 7 kali pada khutbah yang pertama dan membaca Istighfar 5 kali pada khutbah yang ke-2 sebagai ganti dari pembacaan Takbir dalam Khutbah harai raya.
Berdasarkan firman Allah SWT :
اِسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً * يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَاراً { [ نوح:10,11]
“Mintalah ampun kalian kepada tuhan kalian, sesungguhnya Dia maha pengampun, Dia-lah yang menurunkan hujan dari langit untuk kalian dengan begitu derasnya.” QS. Nuh : 10-11
Ketika Khotib memulia Khutbah yang ke-2 dan telah berlalu 1/3 dari Kutbahnyasetelah itu Khotib menghadap Kiblat dan membelaking Jama’ah, kemudian Khotib merubah posisi Rida’-nya (Sorban yang diletakkan pada bahu) yaitu dengan meletakkan posisi yang di atas dibalik ke bawah, serta yang kanan dibalik ke kiri dan sebaliknya sebegai tanda pengharapan kepada Allah SWT agar dirubahnya kondisi kemarau menjadi penuh hujan rahmat.
Lebih lengkap mengenai Shalat Istisqo', lihat catatan kami dihttps://www.facebook.com/photo.php?fbid=366827520057980&set=a.275441735863226.64980.275415002532566&type=1&theater

* Dihimbau untuk bertawassul dengan Orang sholeh. Tawassul itu syar'i diriwayatkan oleh Imam Bukhori RA.
* Tawassul yaitu memohon kepada Allah dengan membawa sesuatu yang diridhoi oleh Allah (tawassul dengan amal sholeh atau dengan orang sholeh)
* Memohon kepada Allah dengan membawa orang sholeh, misalnya membawa Rasulullah SAW, dan sebagainya. Bertawassul itu tidak hanya harus kepada Nabi tapi kepada orang sholeh selain Nabi juga boleh.
* Hidup dan matinya Rasulullah SAW itu tetap mulia.
* Tawassul dengan orang sholeh itu tidak terlepas dengan amal sholeh, dan tawassul itu diperbolehkan.

~ Hikmah ke 110 ~

"Datangnya Madaad (pemberian dari Allah yang kadang susah dicerna oleh kita/termasuk karomah para wali, ketenangan, kemenangan dalam perang dll) seseorang mendapat Madaad sesuai dengan perjuangannya dan yg diberi itu karena istidraj. Dan cahaya dalam hati (cahaya kebenaran) sesuai dengan kejernihan hati seseorang"

# Pelajaran yang dapat diambil:
* Madaad dari Allah misalnya kekayaan yaitu dengan yang halal dan bermanfaat untuknya misalnya kekayaan yang dikaruniakan oleh Allah kepada kita digunakan untuk kebaikan dan didapatkan dengan cara yg baik (halal) pula.
* Siapkan dirimu untuk mendapatkan madaad pertolongan Allah kepadamu.
* Tugasmu adalah untuk membersihkan batinmu, untuk menyala dengan rindunya engkau dalam kebaikan.
* Pemberian dari Allah itu (ruhi, bathini, kemenangan dll) itu adalah kesiapanmu.
* Pada jaman Khalifah terdahulu -> Bagaimana mereka ada perintah dari Allah maka mereka laksanakan untuk dirinya, keluarganya, ataupun masyarakatnya. Jangan sampai kau mengharap pemberian dari Allah tetapi tak menjalankan apa yang Allah minta.

# Hikmah yang dapat diambil:
* Jadikanlah diri kita untuk mempersiapkan diri kepada Allah. kemenangan kita adalah karena kedekatan kita kepada Allah (jauh dari kemaksiatan), dan sebab kemenangan pada orang kafir adalah kemaksiatan pada diri kita.
* Agar kita mempersiapkan diri dari pertolongan Allah atas kemenangan/ketenangan/semangat sesuai dengan kesiapan.
* Berfikirlah agar engkau menjadi seseorang yang baik dalam sebuah negara, setidaknya dalam keluargamu sendiri.
* Persiapkan dirimu untuk menerima pertolongan dari Allah, lengkapi itu semua baik kepada sesama, maupun baik kepada Allah.
* Membersihkan hati kita, menghilangkan kesombongan (ujub, riya, dendam, dengki harus diperangi) agar kita ini menyala, dipuji dan disanjung Allah SWT dan Rasulullah SAW dan diantara itu ada keindahan
* Jangan berfikir apa yang akan Allah beri kepadamu, tapi menanamlah (persiapkan diri untuk beribadah memohon kepada Allah).
* Terus membersihkan hati dan merenungi kotornya hati kita.
* Jangan merasa bersih hati, tapi mencoba bersihkan hati kita terus menerus, maka hati kita akan menyala.

Wallahu a'lam bisshowab

 

Source


><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :