Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

Excellence with Morality

__Sertifikasi dan Prestasi__

    Standart ISO 9001:2008 Kepada Universitas Airlangga oleh British Certification International

_Berbagi tak pernah Rugi_

    Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

    ____Hakikat Manusia____

    .: Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal TuhanNya. Seperti bahasan kita yaitu Awwal- uddin Ma'rifatullah adalah... :. more

    ∞ Akun Facebook & Twitter Kami ∞

..:: Selamat Buat para Pemenang lomba web & blog Mahasiswa Universitas Airlangga Tahun 2015; 1.Mei Budi Utami [FST'12] | 2.Mita Erna Wati [FK'12] | 3.Teguh Bagus Pribadi [FKH'12] | 4.M. Roihan Hanafi [FISIP'12] | 5.Ari Zulaicha [FISIP'12] | 6. Muziburrahman [FPK'14] | => Terimakasih atas kunjungan Anda, jangan lupa kalau mau copy/paste harap cantumkan sumbernya, by : Teguh Bagus Pribadi, http://teguhbaguspribadi-fkh12.web.unair.ac.id, dan Blog ini DIPERBAHARUI sebulan 4x karena kesibukan Perkuliahan ::..

Antibiotik [Indikasi,Kontra Indikasi,Dosis,Interaksi Obat dan Indeks Keamanan Pada Wanita Hamil]

diposting oleh teguhbaguspribadi-fkh12 pada 26 December 2013
di Materi Kuliah Semester 3 - 0 komentar

Antibiotik [Indikasi,Kontra Indikasi,Dosis,Interaksi Obat dan Indeks Keamanan Pada Wanita Hamil]

 

Ofloxacin / Ofloksasin.

*INDIKASI*
Infeksi saluran kemih, infeksi yang berat & berkomplikasi, infeksi saluran napas, uretritis gonokokal yang tidak berkomplikasi & servisitis (termasuk infeksi PPNG/Gonore Neisseria yang menghasilkan penisilinase), uretritis non gonokokal, infeksi kulit & jaringan lunak, infeksi kebidanan dan kandungan, enteritis bakterial.
*KONTRA INDIKASI*
# Hipersensitivitas terhadap Ofloksasin & derivat Quinolon.
# Wanita hamil & menyusui.
# Anak-anak yang belum puber.
*PERHATIAN*
Penurunan fungsi ginjal.
/Interaksi obat/ :
- antasida yang mengandung Al atau Mg(OH)_2 .
- penggunaan bersama dengan anti inflamasi non-steroid bisa menimbulkan kejang.
- dapat meningkatkan kadar Teofilin dalam plasma.
- mengintensifkan efek Warfarin.
*EFEK SAMPING*
Gangguan pencernaan & susunan saraf pusat.
Reaksi hipersensitivitas.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*C*: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
*DOSIS*
# Infeksi saluran kemih : 2 kali sehari 100-400 mg selama 1-10 hari.
# Infeksi berat & berkomplikasi : dosis dinaikkan sampai dengan 600 mg sehari selama 20 hari.
# Infeksi saluran pernapasan : 2 kali sehari 200-400 mg.
# Uretritis gonokokal tanpa kompilkasi dan servisitis (termasuk infeksi PPNG) : 200-600 mg sebagai dosis tunggal.
# Uretritis non gonokokal : 400 mg sehari sebagai dosis tunggal atau dosis terbagi selama 9 hari.
# Infeksi kulit & jaringan lunak, infeksi kebidanan dan kandungan, enteritis bakterial : 400 mg sehari selama 7 hari.

Clindamycin / Klindamisin HCl

*INDIKASI* 
Pengobatan infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri anaerob yang sensitif terhadap Klindamisin, turunan Streptococcus, Pneumococus, Staphylococcus yang retan terhadap Klindamisin. Infeksi yang disebabkan Streptococcus ?-hemolitik (waktu pengobatan minimal 10 hari).

*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitivitas.
*PERHATIAN* 
Riwayat penyakit saluran pencernaan, terutama kolitis, penyakit hati dan atau ginjal, superinfeksi & pertumbuhan jamur yang berlebihan, kehamilan.
*EFEK SAMPING*
Perut terasa tidak enak, diare, kolitis, mual, muntah.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS* 
Untuk orang dewasa.
# Infeksi serius : 150-300 mg tiap 6 jam.
# Infeksi yang lebih berat lagi : 300-450 mg tiap 6 jam.

 Amoxicillin/Amoksisilina Na

*INDIKASI* 
Infeksi saluran nafas, saluran pencernaan, saluran kemih dan kelamin, kulit & jaringan lunak yang disebabkan oleh bakteri Gram positif & Gram negatif.
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitif terhadap Penisilin. Mononukleosis infeksiosa.
*PERHATIAN*
# Hipersensitif terhadap Sefalosporin.
# Kerusakan ginjal.
# Leukemia limfatik. /Interaksi obat/ : - Probenesid memperpanjang waktu paruh Amoksisilin dalam plasma. - Allopurinol memicu timbulnya kemerahan pada kulit. - Mengurangi efektifitas kontrasepsi oral.
*EFEK SAMPING*
Gangguan pencernaan, reaksi alergi, anafilaksis, kelainan darah, superinfeksi.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS*
Dewasa : 250-500 mg tiap 8 jam. Gonore akut : 3 gram sebagai dosis tunggal.

Amoksisilin &Asam klavulanat 

*INDIKASI* 
Pengobatan jangka pendek infeksi saluran pernafasan bagian atas & bawah, infeksi saluran kemih, sinusitis, infeksi kulit, otitis media (radang rongga gendang telinga).
*KONTRA INDIKASI* 
Hipersensitif terhadap Penisilin. Mononukleosis infeksiosa.
*PERHATIAN*
Gangguan ginjal & hati. Superinfeksi. /Interaksi obat / : Probenesid, Allopurinol.
*EFEK SAMPING*
# Reaksi pada saluran pencernaan & reaksi hipersensitivitas.
# Hepatitis & sakit kuning kolestatik yang bersifat sementara.
# Rasa tidak enak pada perut, sakit kepala, pusing, vaginitis, kandidiasis.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL* 
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
 *DOSIS* 
# Dewasa & anak berusia lebih dari 12 tahun atau dengan berat badan lebih dari 40 kg : - infeksi ringan-sedang : 250 mg tiap 8 jam. - infeksi berat : 500 mg tiap 8 jam.
# Anak berusia kurang dari 12 tahun: 25-50 mg/kg berat badan/hari tergantung pada beratnya infeksi. Infeksi berat : dosis bisa ditingkatkan.

Ampicillin trihydrate / Ampisilin trihidrat. 

*INDIKASI*
Infeksi Gram positif & Gram negatif pada saluran pernafasan, saluran empedu, saluran pencernaan, dan meninges. Infeksi saluran kemih.
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitif terhadap Penisilin. Mononukleosis infeksiosa.
*PERHATIAN*
# Hipersensitif terhadap Sefalosporin.
# Penggunaan jangka panjang memerlukan pemeriksaan fungsi ginjal, hati & hematopetik.
# Kerusakan ginjal.
# Leukemia limfatik.
/Interaksi obat/ :
- Probenesid mengganggu ekskresi obat.
- Mengurangi keampuhan kontrasepsi oral & Atenolol.
- Allopurinol meningkatkan resiko kemerahan pada kulit.
*EFEK SAMPING* 
Gangguan saluran pencernaan. Kemerahan pada kulit, gatal-gatal, biduran/kaligata, demam, anafilaksis, kelainan darah, superinfeksi.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL* 
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS*
# Dewasa : 4 kali sehari 250 mg atau 2 kali sehari 500 mg.
# Anak berusia 5-10 tahun : 4 kali sehari 125-250 mg.
# Anak berusia 2-5 tahun : 4 kali sehari 125 mg.
# Anak berusia kurang dari 2 tahun : 4 kali sehari 62,5 mg.
# Gonore : 3,5 gram sebagai dosis tunggal, sebaiknya digunakan dengan Probenesid 1 gram.

Cefadroxil / Sefadroksil monohidrat.

*INDIKASI*
Infeksi saluran pernafasan, infeksi kulit & jaringan lunak, infeksi
saluran kemih & kelamin.
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitivitas terhadap Sefalosporin.
*PERHATIAN*
Hipersensitivitas terhadap Penisilin, kerusakan ginjal, kehamilan.
*EFEK SAMPING*
Mual, muntah, diare, reaksi alergi, kolitis pseudomembranosa
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita
hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS*
# Dewasa & anak-anak dengan berat badan 40 kg atau lebih : 1-2 gram sehari
dalam 2 dosis terbagi.
# Anak-anak dengan berat badan kurang dari 40 kg : 25 mg/kg berat
badan/hari dalam 2 dosis terbagi.

Cefotiam

*INDIKASI* 
Bronkhitis, peritonitis (radang selaput perut), osteomyelitis (radang sumsum tulang).
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitivitas.
*PERHATIAN* 
Kehamilan, menyusui, gangguan saluran esofagus. Alergi terhadap Penisilin. /Interaksi obat/ : aminoglikosida, diuretika.
*EFEK SAMPING* 
Sakit kepala, syok, nyeri pada dada, kolitis pseudomembranosa, sakit kuning, hipoprotrombinemia, sindroma Steven-Johnson.
*DOSIS* 
Dewasa : 0,5-2 gram/hari secara intravena atau intramuskular.

Azithromycin / Azitromisina

*INDIKASI*
Infeksi saluran pernafasan bagian atas & bawah, infeksi kulit ringan dan sedang, uretritis (radang uretra/aliran kandung kemih) non komplikasi & servisitis (radang leher rahim) non gonoreal yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis.
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitivitas terhadap antibiotik makrolida.
*PERHATIAN*
Kerusakan hati atau kerusakan berat ginjal. Pasien pneumonia. /Interaksi obat/ : - antasida yang mengandung Alumunium dan Magnesium, Warfarin, derivat Ergot. - mengganggu metabolisme Siklosporin. - meningkatkan kadar Digoksin.
*EFEK SAMPING*
Diare, mual, muntah, kembung, nyeri lambung, dispepsia, sakit kuning kolestatik. Kemerahan pada kulit, gangguan saluran kemih & kelamin, sakit kepala, vertigo, somnolen (ketagihan tidur/mengantuk terus), kelemahan.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS*
# Infeksi saluran pernafasan bagian atas & bawah, infeksi kulit ringan dan sedang : 500 mg sebagai dosis tunggal pada hari pertama, dilanjutkan dengan 250 mg sebagai dosis tunggal untuk 4 hari berikutnya.
# Uretritis non komplikasi & servisitis non gonoreal yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis : 1 gram sebagai dosis tunggal.

Co-trimoxazole: Trimethoprim 80 mg, sulfamethoxazole 400 mg.

*INDIKASI*
Infeksi saluran pencernaan, saluran pernapasan, kulit dan infeksi lain yang disebabkan oleh mikroorganisme yang rentan terhadap Kotrimoksazol.
*KONTRA INDIKASI* 
# Gangguan berat fungsi ginjal atau hati.
# Hipersensitif terhadap sulfonamida, diskrasia darah.
# Wanita hamil dan menyusui.
# Bayi berusia kurang dari 2 bulan.
# Porfiria.
*PERHATIAN* 
# Kekurangan Asam folat atau G6PD.
# Status gizi buruk.
# Usia lanjut dan pasien dengan penurunan fungsi ginjal.
/Interaksi obat/ :
- efek Bactoprim Combi dikurangi oleh PABA (Asam paraaminobenzoat) dan obat bius/anestesi lokal tipe Prokain dan dipertinggi oleh obat-obat dengan ikatan tinggi.
- dapat mempotensiasi efek Metotreksat, Warfarin, Sulfonilurea.
*EFEK SAMPING*
Gangguan saluran pencernaan, sindroma Stevens-Johnson & Lyell.Jarang : hepatitis, kelainan darah, kolitis pseudomembranosa.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL* 
*C*: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
*DOSIS*
# Dewasa : 2 kali sehari 2 tablet.
# Anak berusia 5-12 tahun : 2 kali sehari 1 tablet.
# Anak berusia 1-5 tahun : 2 kali sehari ½ tablet. Pada infeksi berat, dosis dapat ditingkatkan.

Ciprofloxacin / Siprofloksasin HCl.

*INDIKASI* 
Infeksi saluran kemih, saluran pernapasan, kulit dan jaringan lunak, tulang dan sendi, saluran pencernaan, osteomielitis (radang sumsum tulang) akut.
*KONTRA INDIKASI*
Wanita hamil dan penyusui. Anak-anak dan remaja yang masih dalam masa pertumbuhan.
*PERHATIAN* 
Diketahui atau diduga terdapat gangguan pada sistem saraf pusat. Kerusakan ginjal. /Interaksi obat/ : - absorpsi/penyerapan Siprofloksasin dikurangi oleh antasida yang mengandung Alumunium atau Mg(OH)_2 . - meningkatkan kadar Teofilin dalam plasma.
*EFEK SAMPING*
Gangguan saluran pencernaan, pusing, sakit kepala, insomnia (sulit tidur), halusinasi, gemetar, perasaan lelah, gangguan penglihatan, reaksi kulit, meningkatkan jumlah enzim hati untuk sementara waktu.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL* 
*C*: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin
*DOSIS* 
# Infeksi saluran kemih : - ringan atau sedang : 2 kali sehari 250 mg. - berat : 2 kali sehari 500 mg.
# Infeksi saluran pernapasan, kulit dan jaringan lunak, tulang dan sendi : - ringan atau sedang : 2 kali sehari 500 mg. - komplikasi yang lebih berat : 2 kali sehari 750 mg.
# Infeksi saluran pencernaan : 2 kali sehari 500 mg. # Osteomielitis akut : dosis tidak boleh kurang dari 750 mg 2 kali sehari.

Cefadroxil / Sefadroksil monohidrat

*INDIKASI* 
Infeksi saluran nafas, kulit & jaringan lunak, saluran kemih dan kelamin, & infeksi lain yang disebabkan mikroorganisme Gram positif & Gram negatif termasuk organisme yang memproduksi penisillinase.
*KONTRA INDIKASI* 
Hipersensitivitas terhadap Sefalosporin.
*PERHATIAN*
# Pasien yang alergi Penisilin.
# Gangguan fungsi ginjal.
# Riwayat penyakit lambung-usus (kolitis/radang usus besar).
/Interaksi obat/ : aminoglikosida, diuretika poten, dan probenesid.
*EFEK SAMPING* 
Kolitis pseudomembranosa, alergi, gatal-gatal pada alat kelamin, moniliasis genital (infeksi pada alat kelamin yang disebabkan oleh salah satu spesies Candida/jamur), vaginitis (radang pada vagina), neutropenia (penurunan jumlah sel darah putih neutrofil) sedang yang bersifat sementara & peningkatan ringan transaminase serum, superinfeksi.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS*
# Dewasa : 1-2 gram sehari sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi.
# Anak-anak : 30 mg/kg berat badan/hari dalam 2 dosis terbagi yang diberikan tiap 12 jam. Untuk infeksi berat mungkin dibutuhkan dosis yang lebih tinggi.

Griseofulvin (ultramikrokristalin)

*INDIKASI* 
Infeksi jamur pada kulit, rambut dan kuku.
*KONTRA INDIKASI*
Porfiria, gangguan fungsi hati, hamil.
*PERHATIAN* 
Penggunaan jangka panjang : dianjurkan memperhatikan/memeriksakan fungsi ginjal, hati dan hematopetik secara teratur. /Interaksi obat/ : - Barbiturat mengurangi efek Biogrisin. - penurunan efektifitas Warfarin.
*EFEK SAMPING* 
Gangguan saluran pencernaan, sakit kepala, biduran/kaligata, parestesia (gangguan perasaan kulit seperti kesemutan), gangguan tidur, SLE/Lupus Eritematosus Sistemik (jarang).
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*C*: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
*DOSIS* 
# Dewasa : 250-500 mg/hari.
# Anak berusia lebih dari 2 tahun : 5 mg/kg berat badan/hari.

Lincomycin / Linkomisin HCl

*INDIKASI*
Infeksi serius yang disebabkan Streptococcus, Pneumococcus, dan Staphylococcus Gram positif yang rentan terhadap Linkomisin.
*KONTRA INDIKASI*
# Hipersensitivitas terhadap Klindamisin.
# Pasien yang dalam keadaan diare.
# Bayi baru lahir.
*PERHATIAN*
Gangguan fungsi hati atau ginjal. Hamil. /Interaksi obat/ : mempertinggi efek Tubokurarin dalam memblok neuromuskular.
*EFEK SAMPING* 
Gangguan saluran pencernaan, reaksi hipersensitifitas.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS*
# Dewasa : 3-4 kali sehari 500 mg.
# Anak berusia lebih dari 1 bulan : 30-60 mg/kg berat badan/hari dalam 3-4 dosis terbagi.

Thiamphenicol / Tiamfenikol

*INDIKASI*
Infeksi yang disebabkan oleh Salmonella, H. Influenzae (terutama infeksi meningokokal), Rickettsia, organisme Gram negatif yang menyebabkan bakteremia (beredarnya bakteri dalam darah), meningitis (radang selaput otak).
*KONTRA INDIKASI* 
Disfungsi ginjal & hati berat, hipersensitifitas.
*PERHATIAN*
# Bayi prematur dan bayi baru lahir.
# Hamil dan menyusui.
# Superinfeksi.
/Interaksi obat/ : Dikumarol, Fenitoin, Tolbutamid, Fenobarbital.
*EFEK SAMPING* 
Diskrasia darah, anafilaksis, biduran/kaligata, gangguan saluran pencernaan, Gray syndrome.
*DOSIS*
# Dewasa, anak-anak, dan bayi berusia lebih dari 2 minggu : 50 mg/kg berat badan/hari dibagi dalam 3-4 kali pemberian.
# Bayi berusia 2 minggu atau kurang dan bayi prematur : 25 mg/kg berat badan/hari dibagi dalam 4 kali pemberian.

Roxithromycin / Roksitromisin

*INDIKASI* 
Pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang rentan terhadap Roxithromycin termasuk otitis media (radang rongga gendang telinga), sinusitis, infeksi bronkhopulmoner, infeksi genital/alat kelamin (selain gonokokal) & manifestasi infeksi kulit.
*PERHATIAN*
/Interaksi obat/ : memperpanjang waktu paruh Midazolam, meningkatkan kadar Tofilin dalam plasma, meningkatkan absorpsi/penyerapan Digoksin.
*EFEK SAMPING* 
Gangguan saluran pencernaan, reaksi alergi, jarang : hepatotoksisitas.
*DOSIS*
# Dewasa : 2 kali sehari 150 mg.
# Anak-anak : 5-8 mg/kg berat badan/hari dalam 2 dosis terbagi.

Cefalexin / Sefaleksin monohidrat

*INDIKASI* 
Infeksi saluran pernafasan, saluran kemih dan kelamin, kulit & jaringan lunak.
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitif terhadap Sefalosporin.
*PERHATIAN*
Hipersensitif terhadap Penisilin. Gangguan fungsi ginjal. /Interaksi obat/ : - Antibiotik bakteriostatik dapat mengurangi efektifitas Sefalosporin. - Probenesid dapat meningkatkan dan memperpanjang toksisitas dan kadar Sefalosporin dalam plasma.
*EFEK SAMPING* 
Gangguan saluran pencernaan. Reaksi alergi, eosinofilia, angioedema, anafilaksis, neutropenia, superinfeksi, kolitis pseudomembranosa.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS*
# Dewasa : 1-2 kapsul tiap 4-6 jam.
# Anak-anak : 25-50 mg/kg berat badan/hari dalam 4 dosis terbagi.

Cefazolin / Sefazolin

*INDIKASI*
# Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Gram positif dan Gram negatif.
# Infeksi saluran pernafasan, saluran kemih & kelamin, kulit & jaringan lunak, tulang & sendi, septikemia (keracunan darah oleh bakteri patogenik dan atau zat-zat yang dihasilkan oleh bakeri tersebut), endokarditis (radang endokardium jantung) & infeksi lain.
# Pencegahan infeksi perioperasi.
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitivitas.
*PERHATIAN*
Hipersensitivitas terhadap Penisilin, gangguan fungsi ginjal.
/Interaksi obat/ :
- antibiotik bakteriostatik dapat mengurangi efektifitas Sefalosporin.
- Probenesid dapat meningkatkan dan memperpanjang toksisitas dan kadar Sefalosporin dalam plasma. - pasien yang menerima diuretika poten dan antibiotik nefrotoksis.
*EFEK SAMPING* 
Reaksi hipersensitivitas, diare, eosinofilia, kandidiasis pada rongga mulut dan alat kelamin. Jarang : kolitis pseudomembranosa, anafilaksis, neuotropenia, trombositopenia, leukopenia.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL* 
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS* 
# Pencegahan infeksi sebelum operasi : 1 gram secara intravena/intramuskular ½-1 jam sebelum pembedahan dimulai. Untuk prosedur yang panjang/lama : ½-1 gram secara intravena/intramuskular selama pembedahan. Setelah operasi : ½-1 gram tiap 6-8 jam selama 24 jam.
# Infeksi : - dewasa : 1 gram sehari, dapat ditingkatkan menjadi 3-5 gram. - anak-anak : 20-40 mg/kg berat badan/hari dalam 2-4 dosis terbagi, dapat ditingkatkan sampai 100 mg/kg berat badan. - bayi baru lahir : 2 kali sehari 10-20 mg/kg berat badan.

Cefpirome / Sefpirom

*INDIKASI* 
Infeksi saluran kemih berkomplikasi, neutropenik, infeksi saluran pernafasan bagian bawah, infeksi kulit & jaringan lunak. Septikemia (keracunan darah oleh bakteri patogenik dan atau zat-zat yang dihasilkan oleh bakteri tersebut) & infeksi berat pada pasien yang sedang dalam unit perawatan intensif.
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitif terhadap Sefalosporin.
*PERHATIAN* 
Hipersensitif terhadap Penisilin. Awasi fungsi ginjal bila digunakan bersama dengan "loop diuretics" atau aminoglikosida.
/Interaksi obat/ : dapat mempotensiasi efek nefrotoksis aminoglikosida atau "loop diuretics".
*EFEK SAMPING*
Reaksi hipersensitif, gatal-gatal, demam karena obat.
*DOSIS* 
2-4 gram/hari dalam dosis terbagi yang diberikan tiap 12 jam.

Ceftazidime /Seftazidim

*INDIKASI* 
Infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri yang rentan terhadap Seftazidim.
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitif terhadap Sefalosporin.
*PERHATIAN* 
Hipersensitif terhadap Penisilin. Kerusakan ginjal. /Interaksi obat/ : penggunaan bersama dengan obat-obat yang dapat menyebabkan nefrotoksis.
*EFEK SAMPING*
# Gangguan saluran pencernaan, efek pada susunan saraf pusat.
# Flebitis (radang pembuluh balik) atau tromboflebitis pada tempat penyuntikan secara intravena.
# Nyeri dan atau meradang setelah injeksi intramuskular (IM).
# Sangat jarang : reaksi hipersensitivitas.
# Perubahan hematologis yang bersifat sementara.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL* 
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS* 
# Dewasa : 1-6 gram sehari, diberikan secara Intravena (IV) atau intramuskular (IM).
# Anak berusia lebih dari 2 bulan : 30-100 mg/kg berat badan/hari dibagi dalam 2-3 dosis.
# Anak berusia 2 bulan atau kurang : 25-60 mg/kg berat badan/hari dibagi dalam 2 dosis.

Cefuroxime / Sefuroksim aksetil

*INDIKASI* 
Infeksi yang umum terjadi, infeksi saluran kemih tanpa komplikasi, bronkhitis & pneumonia, pielonefritis (radang ginjal serentak dengan radang pasu ginjal), gonorrhea tanpa komplikasi. *KONTRA INDIKASI*
Hipersensitif terhadap Sefalosporin.
*PERHATIAN*
Reaksi anafilaksis terhadap Penisilin.
*EFEK SAMPING*
Gangguan saluran pencernaan, kolitis pseudomembranosa, sakit kepala, superinfeksi.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL*
*B*: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
*DOSIS*
# Infeksi yang umum terjadi :
 - dewasa : 2 kali sehari 250 mg.
- anak-anak : 2 kali sehari 125 mg, jika perlu dosis dapat ditingkatkan menjadi 2 kali sehari 250 mg.
# *Bronkhitis dan pneumonia : 2 kali sehari 500 mg. *
# *Pielonefritis : 2 kali sehari 250 mg. *
# *Gonore tanpa komplikasi : dosis tunggal sebesar 1 gram.

Cefotiam / Sefotiam diHCl

 *INDIKASI*
# Infeksi berat akibat turunan Staphylococcus yang sensitif terhadap Sefotiam, Streptococcus (kecuali Enterococcus), Streptococcus pneumoniae, H. influenzae, E. coli, Klebsiella, Enterobacter, Citrobacter, Proteus mirabilis, Proteus vulgaris, Proteus retgeri, & Proteus morganii. # Septikemia (keracunan darah oleh bakteri patogenik dan atau zat-zat yang dihasilkan oleh bakteri tersebut), luka setelah operasi, infeksi setelah terbakar.
# Abses subkutan, karbunkel/bisul batu, furunkel/bisul, furunkulosis (keadaan sakit yang menyertai timbulnya segerombolan bisul).
# Osteomielitis (radang sumsum tulang), artritis supuratif (radang sendi yang bernanah). # Bronkhitis, infeksi primer yang disertai dengan bronkhiektasis, pneumonia. # Penyakit paru-paru yang bernanah, piotoraks.
# Kolangitis (radang buluh-buluh empedu), kolesistitis (radang kandung empedu). # Peritonitis (radang selaput perut), sistitis (radang kandung kemih), uretritis (radang uretra/aliran kandung kemih), prostatitis (radang kelenjar prostata).
*KONTRA INDIKASI*
Hipersensitivitas. Gagal ginjal akut, insufisiensi hati.
*PERHATIAN* 
Pasien yang alergi terhadap Penisilin. Pasien dengan gangguan aliran esofagus; wanita hamil dan menyusui, anak-anak, kekurangan Vitamin K. /Interaksi obat/ : aminoglikosida dan diuretika.
*EFEK SAMPING*
Syok, reaksi hipersensitif, pusing, sakit kepala, baal/mati rasa, dada terasa nyeri, lemas, edema pada wajah. Jarang : sindroma Steven-Johnson, sindroma Lyell, pneumonia interstisial, hipoprotrombinemia, kecenderungan perdarahan, kolitis pseudomembranosa, sakit kuning.

Chloramphenicol / Kloramfenikol

*INDIKASI*
Demam tifus dan paratifus. Infeksi berat yang disebabkan oleh Salmonella, H. influenzae (terutama infeksi meningeal), Rickettsia, limfogranuloma-psitakosis dan bakteri Gram negatif yang menyebabkan meningitis bakterial.
*KONTRA INDIKASI* 
# Hipersensitif.
# Gangguan fungsi hati dan ginjal.
# Tidak dianjurkan untuk pencegahan.
*PERHATIAN* 
# Penggunaan jangka panjang.
# Gangguan fungsi ginjal.
# Bayi prematur dan bayi baru lahir.
# Pemeriksaan hitung darah harus dilakukan secara berkala.
# Hamil dan menyusui.
/Interaksi obat/ : Dikumarol, Fenitoin, Tolbutamid, Fenobarbital.
*EFEK SAMPING*
Depresi sumsum tulang, anemia aplastis, Gray syndrome pada bayi, kemerahan pada kulit, biduran/kaligata, gangguan saluran pencernaan, enterokolitis.
*INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL* 
*C*: Penelitian pada hewan menunjukkan efek samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan belum ada penelitian yang terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya diberikan bila hanya keuntungan potensial memberikan alasan terhadap bahaya potensial pada janin.
*DOSIS* 
# Dewasa & anak berusia lebih dari 2 minggu : 50 mg/kg berat badan/hari dibagi menjadi 3-4 kali pemberian.
# Anak berusia kurang dari 2 minggu dan bayi prematur : 25 mg/kg berat badan/hari dibagi menjadi 4 kali pemberian.

Cefotaxime / Na Sefotaksim

*INDIKASI* 

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Pengunjung

    8.869.471