Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

Excellence with Morality

__Sertifikasi dan Prestasi__

    Standart ISO 9001:2008 Kepada Universitas Airlangga oleh British Certification International

_Berbagi tak pernah Rugi_

    Teguh Bagus of Veterinary Medicine site v.2

    ____Hakikat Manusia____

    .: Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal TuhanNya. Seperti bahasan kita yaitu Awwal- uddin Ma'rifatullah adalah... :. more

    ∞ Akun Facebook & Twitter Kami ∞

..:: Selamat Buat para Pemenang lomba web & blog Mahasiswa Universitas Airlangga Tahun 2015; 1.Mei Budi Utami [FST'12] | 2.Mita Erna Wati [FK'12] | 3.Teguh Bagus Pribadi [FKH'12] | 4.M. Roihan Hanafi [FISIP'12] | 5.Ari Zulaicha [FISIP'12] | 6. Muziburrahman [FPK'14] | => Terimakasih atas kunjungan Anda, jangan lupa kalau mau copy/paste harap cantumkan sumbernya, by : Teguh Bagus Pribadi, http://teguhbaguspribadi-fkh12.web.unair.ac.id, dan Blog ini DIPERBAHARUI sebulan 4x karena kesibukan Perkuliahan ::..

Kebutuhan Susu Melambung Hingga 6 Juta Ton

diposting oleh teguhbaguspribadi-fkh12 pada 27 December 2013
di About Vet. Medicine - 0 komentar

Dewan Persusuan Nasional (DPN) mengungkapkan kebutuhan susu secara nasional pada 2020 diperkirakan mencapai enam juta ton atau setara enam miliar liter setara susu segar. Ketua DPN Teguh Boediyana mengatakan volume kebutuhan susu tersebut meningkat jauh dibandingkan kebutuhan susu tahun ini sebesar 3,5 juta ton atau 3,5 miliar liter setara susu segar.  

Sementara itu, lanjutnya, pemenuhan kebutuhan pasar susu nasional dari produksi dalam negeri hanya 25 persen atau 800 ribu ton, sedangkan sisanya 75 persen atau 3,2 juta ton dipenuhi melalui impor. “Oleh karena itu diperlukan terobosan baru guna memenuhi kebutuhan susu yang akan mencapai 6 juta ton pada 2020 nanti,” katanya.

Kalau tidak ada terobosan untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri, menurut dia, pada 2020 produksi susu segar nasional hanya akan mengalami peningkatan 15 persen dari saat ini. Teguh menegaskan ketergantungan pada produk impor akan semakin besar guna memenuhi kebutuhan susu dalam negeri.

Menurut dia, salah satu kendala yang dihadapi dalam meningkatkan produksi susu dalam negeri yakni harga di tingkat petani yang dinilai belum bagus atau menguntungkan peternak sapi perah. “Kalau harga bagus, petani dengan sendirinya akan meningkatkan produksi susu,” katanya.

Saat ini, lanjutnya, harga beli susu segar oleh industri pengolahan susu di tingkat petani hanya sebesar Rp2.800-Rp3.500 per liter. Sementara 90 persen susu segar produksi petani diserap oleh industri pengolahan susu sebagai bahan baku. Dikatakannya, harga beli yang layak dan mampu memberikan kesejahteraan petani susu yakni sekitar Rp4.500 per liter.

Karena itu pihaknya minta pemerintah untuk menetapkan harga beli susu segar di tingkat petani yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi mereka, dan gilirannya meningkatkan produksi susu dalam negeri.

Sumber :Livestockreview.com, Bisnis.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :